Indonesia – Malaysia Jalin Pengembangan Industri Strategis

E-mail Print PDF
Kerjasama Strategis RI-Malaysia

Indonesia dan Malaysia sepakat menjalin kerjasama pengembangan industri strategis dalam konteks kerjasama ASEAN. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Presdir PT Pindad, Adik Avianto Soedarsono, dan CEO PT SME Ordnance Sdn Bhd, Tan Sri Mohd Shahrom Nordin dan disaksikan oleh PM Malaysia, Najib Tun Razak; Menteri Pertahanan Malaysia, Dr Ahmad Zahid Hamidi; Menteri Pertahanan RI, Prof Dr Purnomo Yusgiantoro; Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar serta Duta Besar RI, Da’i Bachtiar (22/4/2010).

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan pada hari terakhir pameran dan konferensi Defence Service Asia (DSA) ke-12 yang berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, 19 – 22 April 2010.

BACA LANJUTANNYA

Iklan

Cita-Cita BRIC Membangun Tata Dunia Baru

Oleh Heri Hidayat Makmun

Empat Pemimpin dalam KTT BRIC Peta kekuatan ekonomi mulai membentuk poros dan terkristalisasi dalam kesamaan dan kepentingan. Setelah lama kekuatan Uni Eropa dan Amerika Serikat, maka saatnya sekarang ini kekuatan yang berasal dari new emerging force atau ada juga yang mengatakan sebagai new emerging economies force. Kekuatan ini menyatukan diri dalam suatu persekutuan BRIC (Brasil, Rusia, India dan China).

Keempat Negara ini baik dipandang dari luas Negara, jumlah penduduk, produktifitas ekonomi dan sumber daya alam memiliki kapasitas yang luas biasa besar. Kita bisa bayangkan baru luasnya wilayah Rusia dan China saja sudah sepertiga luas dunia, ini belum keempatnya.

Sebenarnya istilah BRIC sendiri muncul dari Jim O’Neill dari Goldman Sachs untuk menjadikian BRIC sebagai ikon baru dalam usaha untuk melakukan penyesuaan yang mendalam terhadap sistem ekonomi dunia yang sekarang ini ada. Penyesuan yang mendalam terhadap sistem yang masih runyam, penuh dengan manipulasi dari sektor keuangan negara yang memproduksi dolar, dan riskan bagi para pemegang dolar di dunia. Penyesuaian mendalam lain tentu pada institusi keuangan dunia dan tentu juga mengenai pemikiran kembali tentang perubahan tata ekonomi dunia baru.

BACA LANJUTANNYA