Indonesia Negara Ke-14 Terkuat Di Dunia

Kita masih bersyukur berdasarkan World Militery Strength Rangking (WMSR) yang mendata seluruh kekuatan militer dunia ternyata Indonesia masih masuk dalam posisi 14 kekuatan miltier dunia, setelah Italia. Lima kekuatan dunia yang tercatat dalam hasil observasi WMSR, posisi militer terkuat dunia masih didominasi oleh Amerika Serikat, kedua China, ketiga Rusia, keempat India dan yang kelima Inggris. Tiga puluh kekuatan terbesar yang diobservasi urutannya dapat dilihat pada gambar terlampir.

Terlepas dari berbagai isu lemahnya alusista TNI dan kecilnya anggaran, tetapi jumlah personal militer, posisi geogragis dan kekuatan angkatan darat Indonesia masih dianggap sebagai kekuatan pada rang 11 – 20. Sisa persenjataanTNI masih dianggap kuat, walaupun hal ini menjadi PR besar Presiden SBY untuk kembali memperkuat alusista kita yang perlu diremajakan.

Berdasarkan observasi WMSR posisi Indonesia mendapatkan diskripsi pada level 2 rang 11 – 20 sebagai berikut:

Our formula provides for a good disparity between North and South Korea, placing South well-ahead of the North thanks to better infrastructure and capital. Mexico’s placement this high on the list is interesting to note – it scored a good balance across the board in all major categories. Israel finally gets a proper placement on this year’s list – just out of the top ten – sporting a strong land army with equally strong training, modern equipment and recent combat experience” , Seperti yang dikutif dari situs WMSR.  READ MORE …

Persaingan ASEAN – Uni Eropa Dalam Perdagangan Minyak Nabati

Oleh Heri Hidayat Makmun

Persaingan perdagangan minyak sawit dengan minyak kedelai benar-benar menjadi tidak sederhana.  Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia yang memproduksi minyak sawit harus bersaing dengan Eropa yang memproduksi minyak kedelai untuk merebut pasar yang sama, yaitu pasar minyak nabati.  Tentunya pada segmen pasar yang sama. Pada masa yang akan daang produksi minyak nabati CPO dari Indonesia dan Malaysia mampu menguasai 25 persen pangsa pasar minyak nabati dunia.

Hal ini sangat mengkhatirkan Eropa. Uni Eropa berusaha untuk menyelamatkan minyak kedelai yang semakin lama semakin tergerus dengan produk minyak sawit. Apalagi diketahui bahwa minyak sawit terdapat unsur bahan transgenic yang belum dapat dipertanggungjawabkan keamanannya. Selain itu untuk memproduksi suatu volume yang sama minyak kedelai membutuhkan lahan yang luas.

Eropa dan Amerika tidak cocok untuk menanam sawit. Sehingga minyak nabati AS dan Eropa mengandalkan minyak kedelai dan minyak sayur lainnya yang menjadi produk andalan petani Eropa dan Amerika. Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU – 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun. Kondisi seperti ini ada di Asia Teneggara.

Banyak alasan mengapa minyak sawit lebih layak menggantikan minyak kedelai dan minyak sayur lainnya. Tanaman kedelai adalah adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti  minyak nabati, kecap, tahu, dan tempe.  Tanaman sejenis ini tidak produktif untuk memproduksi oksigen, sedangkan kepala sawit sangat rakus menhisap carbon dan memproduksi oksigen.  Sehingga untuk mendapatkan minyak kedelai tidak seekonomi minyak sawit. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kelapa sawit tumbuh lebih baik di Malaysia dan Indonesia akibat pasokan sinar matahari yang relatif lebih banyak, lanjutnya.

READ MORE…