Penyusunan UU Migas No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Di Bawah Tekanan IMF dan USAID

Kesulitan bangsa kita selama ini adalah ketakberdayaan dalam penerimaan anggaran kita yang semakin seret. Ini terjadi karena minyak dan gas kita dikuasai asing. Selain itu distribusi minyak dan gas kita juga mempersulit masyarakat yang membutuhkannya.

Berbagai kesulitan bangsa ini tanpaknya akan semakin panjang setelah terbitnya UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas yang sangat merugikan rakyat ini terbit.

Kerugikan ini disebabkan oleh adanya mafia perminyakan. Minyak dan gas merupakan sumber paling potensial yang menjadi andalan negara, sehingga tidak perlu mempertahankan regulasi yang menguntungkan mafia perminyakan ini. Mafia perminyakan inilah yang menyebabkan inefisiensi BBM nasional, terutama dalam manajemen impor.

Hal ini disampaikan oleh Kurtubi pada Sidang Panitia Angket yang berlangsung tertutup di Gedung Nusantara II DPR, Rabu (27/8, yang menjadi saksi ahli yang dihadirkan menduga ada intervensi asing dalam penyusunan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bersama pengamat perminyakan Wahyudin Yudiana Ardiwinata.

Berdasarkan situs USAID juga disebutkan bahwa dana yang dialirkan USAID tidak tanggung-tanggung, untuk pembahasan UU Migas dan turunannya, selama kurun waktu 2001-2004, adalah 21,1 juta dollar AS atau sekitar Rp 200 miliar. Bukan hanya itu USAID juga membiayai perbantuan teknis dan pelatihan (technical assistance and training) dalam mengimplementasikan UU Migas, Kelistrikan, dan Energi Geotermal sesuai dengan UU Migas tersebut.

Pengajuan draft RUU Migas yang banyak merugikan bangsa Indonesia ini diajukan oleh USAID bersamaan dengan tekanan IMF agar Indonesia melakukan reformasi regulasi migas. Proses penyusunan RUU Migas tersebut terjadi selama kurun waktu 2001-2004.

Dalam konfrensi pers sesudah sidang itu juga Kurtubi menjelaskan bahwa inefisiensi tata kelola minyak saat ini adalah dampak dari UU Migas No 22/2001. ”Inisiator UU Migas itu dari International Monetary Fund lewat letter of intent. IMF mengharuskan Indonesia mengubah UU Migas-nya. IMF menyodorkan UU Migas. Jadi, pasti ada intervensi asing.” (Tim IV)

Iklan

2 Tanggapan

  1. Oh Republik Indonesiaku. Ketika pesawat-pesawat tempur Republik Indonesia yang dibayar angsur itu terbang, perasaanku sempat merinding dan sempat yakin Indonesia masih ada. Konon pesawat-pesawat itu tak bisa terbang karena terbatasnya anggaran. Sedih. Kalau saja sumber-sumber alam Indonesia dikelola lebih menguntungkan Indonesia seperti negara-negara Amerika Latinnya Evo Morales, Hugo Chaves atau Kubanya Fidel Castro, kalau saja negeri ini dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang peduli rakyat negara dan bangsa seperti negara-negara tersebut yang tidak mau dibohongi negara lain, lebih suka berdikari dan sumber alam penting digunakan sebesarnya kemakmuran rakyat, korupsi teri dan kakap diberantas benar, jenderal-jenderal polisi dan tentara semuanya dan anggota-anggota DPR yang ikut bermain sandiwara dan pengkhianat rakyat memang benar-benar sayang rakyat dan negara, mau memberi contoh hidup sederhana dan anti korupsi dan memberantas korupsi benar-benar, bukan pura-pura, atau pencitraan, tapi hidup sederhana sesederhana rakyat yang dibuat miskin, dalam merdeka lama, aku yakin Indonesia akan hebat seperti cita-cita Sukarno dan menjadi seperti negara-negara lain tersebut. Tapi mengapa negeri ini dibuat begini? Ketika aku ingat kenyataan Indonesia saat ini, bukan seperti yang dicita-citakan Sukarno, sekajap pun hilang kebanggaanku melihat pesawat-pesawat tempur itu terbang. Hilang lenyap pula perasaanku yang tadi sempat merinding dan sempat yakin Republik Indonesia masih ada.

  2. meski saya rakyat kcl tp saya mendukung kenaikan harga BBM krn saya pkr jg demi masa depan anak cucu saya kelak.
    saya begitu heran,begitu harga BBM mau naik langsung demo dmn2 tp kenapa waktu KITA diajak teman kita untuk MEMBUANG2 UANG ,knp ANDA tidak mengingatkan?
    NB:jgn memperalat RAKYAT kecil sbg TAMENG.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: