Gus Dur Meminta Anggota PKB dan Mengajak Para Pemilih Lainnya Untuk Golput

Kalau pemerintah masih campur tangan terus, tidak ada jalan lain bagi kita,
kecuali membisikkan kepada pemilih untuk golput bersama-sama”
( Abdurrahman Wahid )

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta para anggota/partisan PKB dan pemilih Pilpress 2009 untuk golput dan juga akan mengancam para pemilih lain diluar PKB untuk golput. Hal ini dilakukannya karena PKB kubu Gus Dur (Versi musyawarah Parung, Bogor, Jawa Barat) dikalahkan oleh kubu Muhamin Iskandar dalam Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ali Masykur Musa yang merupakan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Versi Musyawarah Luar Biasa (MLB) mengatakan bawah pihaknya melihat ada kejanggalan dalam Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu yang memenangkan Kubu Muhaimin Iskandar. Kekalahannya ini menyebabkan kekecewaan yang besar dari Kubu Gus Dur. Dalam upaya untuk mempertahankan eksistensi PKB Versi parung Ali Masykur Musa berencana untuk menempuh upaya kasasi di Mahkamah Agung.

Dalam jumpa pers di kantor PBNU Jakarta, Kamis (12/6/2008). Seusai membuka diolog kebangsaan bertema “Pemberantasan Korupsi” yang digelar DPP PKB Versi Parung Bogor. Gus Dur mengatakan “Kalau pemerintah masih campur tangan terus, tidak ada jalan lain bagi kita, kecuali membisikkan kepada pemilih untuk golput bersama-sama”. Dengan harapan agar semua para pemilih pada Pilpres 2009 untuk mengikuti jejaknya.

Berdasarkan data dari KPU ternyata jumlah golput baik dalam pemilu baik nasional maupun lokal sebesar rata-rata 30%. Dalam kaitannya dengan data tersebut Gur Dur juga mengatakan “Saya tidak anjurkan saja jumlah pemilih golput pada pemilu kemarin sampai 40 persen lebih. Saya dulu memang memilih diam, bahkan saat dilengser, tapi kalau sekarang ini enggak. Saya tidak diam saja karena masalah ini menyangkut nasib dan masa depan bangsa”. Gus Dur juga berkata, “Bayangkan kalau nambah 13 persen. Sekali DPP PKB teriak habislah itu pemilu,”. Gus Dur yakin jumlah pemilih golput akan jauh lebih besar lagi dari pada pemilu sebelumnya.

Gus Dur juga menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi tekanan kepada majelis hakim PN Jakarta Selatan untuk memenangkan tuntutan Muhamin Iskandar dan Lukman Edy sebagai upaya politik SBY untuk menjegalnya maju dalam Pilpres. “Mungkin ini disengaja oleh mereka, kalau tidak pakai pemilukan lebih enak. Ini yang dilakukan oleh SBY selama ini,” kata Gus Dur dengan gaya khasnya. ( IndonesianVoices )

Hitung-Hitungan Golput Ala Gus Dur Terlalu Omong Kosong

Oleh Heri Hidayat Makmun

Menurut data KPU Pusat dari hasil Pilpres lalu menunjukkan bahwa jumlah suara golput lalu sebesar 22,35 persen dan Pilpres II sebanyak 25,07 persen. Jumlah angka golput ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang dikatakan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang “nyeplos” sebesar 40% untuk Pilpres tahun 2004.

Berdasarkan hasil Pemilu 2004 suara PKB hanya mendapatkan sebesar 11 jutaan pemilih, dengan rincian 10 jutaan dari pemilih Jawa Tengah dan Jawa Timur dan sisanya 1 juta pemilih lainnya dari wilayah Indonesia lainnya.

Gus Dur mengatakan hasil ini adalah sebesar 13% dari seluruh suara (entah bagaimana rumus hitungnya Gus Dur ini?) Kemudian dia menghitung suara golput Pilpres 2004 yang berdasarkan data KPU sebesar 25,07% tetapi dia katakan 40% ditambah dengan pemilih PKB tahun 2004 yang dikatakannya sebesar 13% tadi menjadi 60% (ini juga saya masih bingung bagaimana cara dia menghitungnya). Sehingga hasil 60% pemilih golput ini menghilangkan legitimasi hasil Pilpres 2009.

Dari sini jelas apa yang dikatakan Gus Dur tadi tidak perlu dikwatirkan dan tidak perlu dibesar-besarkan. “Omong Besar Gus Dur” ini tidak akan laku di pasaran pemilih. Seperti tidak lakunya PKB sebagai partai masa depan. Kemungkinan hancurnya suatu partai keluarga yang paling tradisional di Indonesia PKB ini sudah didepan mata.

O iya, Gus Dur juga lupa bahwa suara PKB yang dihitungnya sudah harus dikurangi oleh dua orang Muhaimin Iskandan dan Lukman Edi serta para pengikut setianya. Belum lagi para Kiyai dan Ulama Jawa Timur yang masuk dalam korp Ulama Langitan sudah tidak mendukung Gus Dur lagi. He.. he .. Gus Dur … Gus Dur… Memang pinter ndagel! Mbok ya kalau mau jadi presiden dan bisa jalan-jalan lagi ngomong aja! Ndak perlu ngajak-ngajar golput! Itu kan jelas merusak proses pendewasaan berdemokrasi bangsa ini. Gitu aja kok repot!