Negara Tetangga Hanya Mau Oksigen Gratis Tanpa Mau Asapnya

Bulan-bulan kedepan Juli, Agustus, September dan November yang menjelang musim-musim panas biasanya kita mengalami ritual rutin yang menjadi kecaman negara-negara tetangga kita bahkan dunia, yaitu kebakaran hutan. Asap dan polusi yang menyebar sampai negara-negara tetangga kita menbuat Singapura, Malaysia dan Thailand menganggap pemerintah Indonesia tidak becus dalam menjaga hutan kita. Keluhan mereka atas ekport asap kita yang tidak mereka inginkan disampaikan dalam berbagai forum dunia yang mempermalukan bangsa Indonesia.

Selama ini mereka (negara-negara tetangga kita) tidak sadar bahwa kita juga sudah mengekspor udara segar berupa oksigen (O2) yang dibutuhkan tubuh-tubuh penduduk negara tetangga kita. Untuk yang ini mereka diam saja, tanpa ada rasa terima kasih dan ucapan bersukur mereka turut menikmati tanpa membayar dan tanpa sedikitpun berfikir bahwa hutan Indonesia yang dijaga dan dilestasikan dengan anggaran negara miskin ini untuk tetap memproduksi oksigen yang dibutuhkan penduduk bumi ini.

Hal yang paling menyedikan negara-negara yang sudah menghabiskan hutan duluan dan memproduksi emisi secara besar-besaran sebagai konsekuansi negara-negara industri pun ikut mengecam kita. Tanpa ada rasa malu dan rasa bersalah pada masa lalu dan masa kini mereka turut mempermalukan kita diluar negeri. Memang betul kita belum becus memelihara hutan. Tapi apakah paru-paru dunia ini hanya menjadi tanggung jawab bangsa Indonesia yang miskin ini? Sementara para negara maju yang kaya dan mengumbar produksi emisi secara besar-besaran sebagai akibat industri mereka tenang-tenang saja?

Di dafar PBB Indonesia dimasukkan dalam daftar negara-negara yang tidak bertanggungjawab dalam pengendalian emisi dan pemanasan global, seakan sia-sia usaha kita di Bali untuk menggugah dunia untuk memperhatikan hutan kita. Sedangkan negara negara maju yang boros emisi didaftar yang lebih bertanggungjawab. Keterlaluan PBB.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: