THE INDONESIAN BLOGGER MUST BRAVE TO BUILD OWN ADVERTISING BUSINESS

BUILD YOUR ADVERTISING BUSINESS WITH YOUR MANAGEMENT AND INDONESIAN LANGUAGE BECAUSE INDONESIA IS MOST POTENTIALY MARKET PROSPECT IN WORLD

by Heri Hidayat Makmun

Indonesia is one of widest market in the world. Sum of peoples more than 250 million and the fourth oh highest populated country in the world. So this is the bigest chance to caming into potentialy market prospects. You can see the Indonesian buyers are listed in the top buyers of a major brand watch retail chain in Singapore.

So what You waiting? Let’s you are making business with build advertise services in your site/blog. For the begining you prefere the advertise display only in your site and for your friends business to advertise and help their business to grow. So in this first step, You should make your site zone with free advertise, and the next step You could display advertising with not free.

For You advancing Your business You must have net work team for help Your business. You could build your marketing network affiliate. So for do it You must have database. You could use MySQL, SQL Server, Access or etc. Let’s choise the free database system like MySQL, it’s support by many internet aplication.

When your business going to bigger, You should have people and staff for help your administration going well. Ok! Let’s making your business with your self. Your own business is happy business! You could to follow PPC, KumpulBlogger.com, and etc.

Iklan

Gus Dur Meminta Anggota PKB dan Mengajak Para Pemilih Lainnya Untuk Golput

Kalau pemerintah masih campur tangan terus, tidak ada jalan lain bagi kita,
kecuali membisikkan kepada pemilih untuk golput bersama-sama”
( Abdurrahman Wahid )

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta para anggota/partisan PKB dan pemilih Pilpress 2009 untuk golput dan juga akan mengancam para pemilih lain diluar PKB untuk golput. Hal ini dilakukannya karena PKB kubu Gus Dur (Versi musyawarah Parung, Bogor, Jawa Barat) dikalahkan oleh kubu Muhamin Iskandar dalam Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ali Masykur Musa yang merupakan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Versi Musyawarah Luar Biasa (MLB) mengatakan bawah pihaknya melihat ada kejanggalan dalam Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu yang memenangkan Kubu Muhaimin Iskandar. Kekalahannya ini menyebabkan kekecewaan yang besar dari Kubu Gus Dur. Dalam upaya untuk mempertahankan eksistensi PKB Versi parung Ali Masykur Musa berencana untuk menempuh upaya kasasi di Mahkamah Agung.

Dalam jumpa pers di kantor PBNU Jakarta, Kamis (12/6/2008). Seusai membuka diolog kebangsaan bertema “Pemberantasan Korupsi” yang digelar DPP PKB Versi Parung Bogor. Gus Dur mengatakan “Kalau pemerintah masih campur tangan terus, tidak ada jalan lain bagi kita, kecuali membisikkan kepada pemilih untuk golput bersama-sama”. Dengan harapan agar semua para pemilih pada Pilpres 2009 untuk mengikuti jejaknya.

Berdasarkan data dari KPU ternyata jumlah golput baik dalam pemilu baik nasional maupun lokal sebesar rata-rata 30%. Dalam kaitannya dengan data tersebut Gur Dur juga mengatakan “Saya tidak anjurkan saja jumlah pemilih golput pada pemilu kemarin sampai 40 persen lebih. Saya dulu memang memilih diam, bahkan saat dilengser, tapi kalau sekarang ini enggak. Saya tidak diam saja karena masalah ini menyangkut nasib dan masa depan bangsa”. Gus Dur juga berkata, “Bayangkan kalau nambah 13 persen. Sekali DPP PKB teriak habislah itu pemilu,”. Gus Dur yakin jumlah pemilih golput akan jauh lebih besar lagi dari pada pemilu sebelumnya.

Gus Dur juga menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi tekanan kepada majelis hakim PN Jakarta Selatan untuk memenangkan tuntutan Muhamin Iskandar dan Lukman Edy sebagai upaya politik SBY untuk menjegalnya maju dalam Pilpres. “Mungkin ini disengaja oleh mereka, kalau tidak pakai pemilukan lebih enak. Ini yang dilakukan oleh SBY selama ini,” kata Gus Dur dengan gaya khasnya. ( IndonesianVoices )

Hitung-Hitungan Golput Ala Gus Dur Terlalu Omong Kosong

Oleh Heri Hidayat Makmun

Menurut data KPU Pusat dari hasil Pilpres lalu menunjukkan bahwa jumlah suara golput lalu sebesar 22,35 persen dan Pilpres II sebanyak 25,07 persen. Jumlah angka golput ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang dikatakan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang “nyeplos” sebesar 40% untuk Pilpres tahun 2004.

Berdasarkan hasil Pemilu 2004 suara PKB hanya mendapatkan sebesar 11 jutaan pemilih, dengan rincian 10 jutaan dari pemilih Jawa Tengah dan Jawa Timur dan sisanya 1 juta pemilih lainnya dari wilayah Indonesia lainnya.

Gus Dur mengatakan hasil ini adalah sebesar 13% dari seluruh suara (entah bagaimana rumus hitungnya Gus Dur ini?) Kemudian dia menghitung suara golput Pilpres 2004 yang berdasarkan data KPU sebesar 25,07% tetapi dia katakan 40% ditambah dengan pemilih PKB tahun 2004 yang dikatakannya sebesar 13% tadi menjadi 60% (ini juga saya masih bingung bagaimana cara dia menghitungnya). Sehingga hasil 60% pemilih golput ini menghilangkan legitimasi hasil Pilpres 2009.

Dari sini jelas apa yang dikatakan Gus Dur tadi tidak perlu dikwatirkan dan tidak perlu dibesar-besarkan. “Omong Besar Gus Dur” ini tidak akan laku di pasaran pemilih. Seperti tidak lakunya PKB sebagai partai masa depan. Kemungkinan hancurnya suatu partai keluarga yang paling tradisional di Indonesia PKB ini sudah didepan mata.

O iya, Gus Dur juga lupa bahwa suara PKB yang dihitungnya sudah harus dikurangi oleh dua orang Muhaimin Iskandan dan Lukman Edi serta para pengikut setianya. Belum lagi para Kiyai dan Ulama Jawa Timur yang masuk dalam korp Ulama Langitan sudah tidak mendukung Gus Dur lagi. He.. he .. Gus Dur … Gus Dur… Memang pinter ndagel! Mbok ya kalau mau jadi presiden dan bisa jalan-jalan lagi ngomong aja! Ndak perlu ngajak-ngajar golput! Itu kan jelas merusak proses pendewasaan berdemokrasi bangsa ini. Gitu aja kok repot!

Keseimbangan Poros Kekuaan Militer Dunia Berpengaruh Terhadap Sosial Ekonomi Negara Berkembang

Keadidayaan militer Amerika mendorong negara tersebut untuk berperan dalam percaturan politik dunia secara agresif. Penguasaan sumber-sumber ekonomi strategis dilakukan atas nama memerangi terorisme. Tindakan opesif brutal di lakukan dengan menggorbankan jutaan rakyat tak berdosa. PBB yang seharusnya berperan sebagai penengah justru menjadi agen negara-negara maju untuk menekan negara berkembeng. Kesenjangan ekonomi dunia membutuhkan peran poros militer lain yang sama kuat dan memiliki pengaruh yang besar. Peran ini diharapkan muncul dari China dan Rusia, karena secara potensial kedua negara ini memiliki kekuatan militer yang kuat dan memiliki pengaruh yang kuat pada negara-negara komunis dan eks komunis.

Dalam beberapa tahun ini peran mereka dipentas dunia dilunturkan oleh move-move politik LSM agen-agen Amerika dan Barat untuk melemahkan pengaruh dan pentas politik mereka. Isu Tibet untuk China dan isu Kosovo untuk Rusia. Bagi Amerika melunturkan peran kedua negara tersebut merupakan taktik strategis untuk mengembalikan poros politik tetap berada di tangan Amerika. Hal ini diusahakan karena disadarinya populeritas Amerika di mata dunia mulai dipertanyakan berkaitan dengan isu invansi Amerika di Afghanistan dan Irak.

Polarisasi isu politik dunia dengan resesi ekonomi juga dilakukan oleh para pejabat Gedung Putih untuk menyembunyikan tanggungjawab mereka terhadap resesi dunia yang mulai terlihat. Harga minyak yang tinggi akibat berbagai kilang minyak di Timur Tengah yang tidak berproduksi menyebabkan harga minyak merokat dan sulit dikendalikan. Situasi politik di Irak memberi angin pesimis untuk mengoperasikan ladang-ladang minyak yang terbakar dan dirusak dengan sengaja akibat peperangan. Para analis dan politikus Amerika ‘mengabu-abukan’ hubungan kedua variabel ini.

Liga Arab yang berhasil mencetuskan suatu resolusi untuk memperkuat hubungan dengan China bukan tidak ada alasan. Mereka sadar ada kebutuhan penting Amerika untuk terus menggalang negara-negara monarki Timur Tengah untuk terus berada pada poros negara adidaya ini, tetapi bagi negara negara-negara Arab tidak ada keuntungan sedikitpun kecuali kekacauan politik yang semakin tidak stabil dan perseteruan Palestina Israel yang semakin sulit untuk dipecahkan. Ditambah lagi dengan prilaku Israel yang terus menyerang jalur Gaza.

Harus ada kesadaran dari negara-negara berkembang untuk mulai meseimbangkan pengaruh politik dengan memperkuat kerjasama ekonomi dan militer dengan China dan Rusia. Manfaat politik yang akan didapatkan tidak hanya untuk jangka panjang tetapi kebutuhan strategis untuk perbaikan ekonomi dan mengurangi kontrol Amerika dan negara barat lainnya terhadap negara-negara berkembang.

Mempertegas Kembali Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia

Dalam rangka terwujudnya NKRI yang tegas dan berwibawa, salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah mempertegas kembali Zona Ekonomi Ekslusif kita. Pada tanggal 12 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu deklarasi yang dikenal dengan Deklarasi Juanda yang melahirkan “Wawasan Nusantara”.

Dalam deklarasi ini ditentukan bahwa batas perairan wilayah Republik Indonesia adalah 12 mil dari garis dasar pantai masing-masing pulau sampai titik terluar. Tanggal 18 Februari 1960 dikeluarkan pula Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 4 Tahun 1960 yang menjamin adannya hak lintas damai (innocent passage) bagi kapal-kapal asing di perairan Indonesia yang menggantikan hak lintas bebas (free passage).

Kemudian pada tahun 1973 Pemerintah Indonesia menerbitkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia yang didasarkan pada wilayah perairan Indonesia, maka diadakanlah perjanjian atau persetujuan mengenai garis batas dan landas kontinen dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Australia, Singapura dan India.

Poin-poin penting mengenai batas-batas wilayah RI sebagai berikut ini:
a. Perjanjian RI dan Malaysia mengenai landas kontinen Selat Malaka dan Laut Natuna (Laut China Selatan). Perjanjian ini dilakukan pada tanggal 27 Oktober 1969 di Kuala Lumpur, mulai berlaku tanggal 7 November 1969.
b. Perjanjian RI dengan Thailand mengenai Landas Kontinen Selat Malaka bagain Utara dan Laut Andaman. Perjanjian ini diselenggarakan di Bangkok pada tanggal 17 Desember 1971 yang diberlakukan mulai tanggal 7 April 1972.
c. Perjanjian Landas Kontinen RI dengan Malaysia dan Thailand. Diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 1971 di Kuala Lumpur yang diberlakukan mulai tanggal 16 Juli 1973.
d. Perjanjian RI dengan Australia mengenai penetapan batas dasar Laut Arafuru dan daerah Utara Papua – Papua Nugini. Perjanjian ini diadakan di Canberra tanggal 18 Mei 1971 dan mulai berlaku tanggal 18 November 1973.
e. Perjanjian RI dengan Australia mengenai penetapan garis batas daerah-daerah dasar laut selatan Pulau Tanibar dan Pulau Timor. Perjanjian ini diadakan di Jakarta tanggal 9 Oktober 1973 dan mulai berlaku pada tanggal 8 November 1973.
f. Perjanjian berbatasan RI dengan Singapura mengenai penetapan garis batas laut wilayah (laut teritorial). Diadakan di Jakarta tanggal 25 Mei 1973 yang diberlakukan pada tanggal 25 Mei 1973.
g. Perjanjian perbatasan RI dengan India mengenai penetapan garis batas dan landas kontinen Laut Andaman. Perjanjian ini diadakan di Jakarta tanggal 25 Agustus 1974 dan mulai berlaku pada saat ditandatangani.

Langkah AS Dalam Liberalisasi Perdagangan Menyurut Setelah Produk China Membanjiri Seluruh Dunia

Amerika Serikat (AS) yang dulu gagah secara ekonomi dengan memaksa dan menekan, bahkan dengan tindakan fisik. Menyerukan agar semua negara masuk dalam ekonomi pasar bebas, dengan membuka keran import atas segala produk dan jasa apapun.

Dengan organisasi dan lembaga yang dikendalikan negara-negara industri maju dan kuat lainnya, seperti IMF dan Bank Dunia. Sekarang ini disaat ekonominya mulai mengalami kemunduran dan daya beli masyarakat AS menurun, tindakan-tindakan proteksi sangat mewarnai kebijakan ekonomi AS.  ( Tulisan selanjutnya ). 

 

Pasukan Australia dan Inggris Ditarik dari Irak, Amerika Merasa Terkucil

Tanggal 1 Juni 2008 lalu 500 tentara diperintahkan PM Australia Kevin Rudd untuk ditarik dari Irak dari pangkalannya di Tallil, propinsi Nasiriyah, yang berada di tenggara Baghdad. Penarikan ini dilakukan secara bertahap. Tentara Australia di tempatkan di Nasiriyah untuk menjaga pangkalan minyak Irak.
Pada masa PM John Howard yang berasal dari partai konservatif ini, dan sangat dekat dengan Bush, ikut mendukung pasukan Amerika dalam menginvansi Irak tanpa melihat aspirasi dan opini masyarakat Australia pada umumnya, yang menyebabkan reaksi keras dari publik. Setelah Kevin Rudd berkuasa, yang berasal dari partai buruh arah kebijakan luar negeri Negeri Kangguru ini mulai berubah. Pada masa kampanye Rudd berjanji untuk menarik pasukan negaranya dari Irak.
Dalam keterangannya pressnya PM Kevin Rudd menyatakan alasan utama digelarnya perang Irak ternyata berdasarkan informasi palsu yang dibuat-buat, sebab informasi tentang adanya senjata pemusnah massal di Irak, sekedar berita bohong garapan Washington.
Pernyataan ini membuat gundah Gedung Putih. Melalui juru bicaranya, Dana Perino. Dalam keterangannya ia berdalih bahwa seluruh dunia sepakat Saddam merupakan orang yang berbahaya. Dia juga menyatakan bahwa dunia telah sepakat berdasarkan informasi yang didapat untuk menyetujui AS melancarkan perang, tetapi dia tidak menjelaskan dunia yang mana karena pada kenyataanya keinginan menyerang Irak adalah hanya keinginan Bush saja.
Rudd menegaskan lagi bahwa kebohongan alasan mantan PM John Howard tentang Perang Irak bakal terungkap jelas di hadapan rakyat Australia. Rudd juga menyatakan bahwa semoga rakyat Amerika mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut dan tak lagi mengulang kesalahan yang sama. Jelas sikap Australia ini sangat mengucilkan Amerika di mata dunia. Apalagi sebelumnya pasukan Inggris telah lebih dahulu ditarik