Bijaksanakah Memboikot Olimpiade Beijing China?

Oleh : Heri Hidayat Makmun, SE, MM

Salah satu semangat dalam dunia olah raga adalah sportifitas, kebersamaan, keakrapan dan sebagainya yang tentunya berasal dari berbagai latar belakang negara, politik, agama, ras dan sebagainya. Jika pengaruh politik, ras atau lainnya dimasukkan dalam arena olah raga maka tujuan dan semangat olimpiade yang selama ini ada akan hilang.

Isu untuk melakukan boykot terhadap olimpiade yang akan diselenggarakan di China berlatar belakang protes masyarakat Tibet yang menyebabkan reaksi dari pemerintah China. Umumnya protes awalnya dilakukan diberbagai tempat di luar Tibet dan China. Tindakan represif dari pemerintah China banyak memicu reaksi dari berbagai negara. Salah satu reaksi yang paling sensitif adalah memboykot olimpiade China.

Reaksi tersebut dapat dilihat dari berbagai Pawai Obor Olimpiade yang melintasi berbagai negara. Berbagai LSM dunia yang dikendalikan oleh kepentingan politik untuk menjatuhkan China bergotong royong melakukan blokade, demontrasi, menteror, bahkan sampai merebut api obor yang sedang diarak. Usaha-usaha ini banyak mengalami kegagalan, dengan kenyataanya arak-arakan obor olimpiade tetap berjalan.

Berbagai negara yang dilewati obor olimpiade ini banyak melakukan antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada saat arak-arakan. Seperti kekwatiran Pemerintah Malaysia terhadap berbagai gangguan yang akan dilakukan oleh demontran dalam usaha untuk melakukan blokade terhadap berjalannya pawai obor. Demikian juga yang dilakukan oleh Pemerintah Pakistan yang menerjunkan ribuan polisi dan tentara dalam pawai obor yang dilakukan di Islamabad. Gangguan seperti yang telah terjadi di London, Paris, San Fransisko menjadi pelajaran untuk mengantisipasi berbagai teror yang akan dilakukan demontran. Di San Fransisco para demontran yang membawa foto-foto Dalai Lama melakukan aksi demontrasi di Konsulat China. Di Asia arak-arakan dimulai di India, Thailand, Malaysia, Indonesia, Australia, Korea Selatan, Jepang, Vietnam sebelum akhirnya menuju Beijing China. Berbagai negara yang akan dilalui tersebut merasa khawatir terhadap kemungkinan keamanan dari para peserta pawai obor ini.

Pada umunya demontran bukanlah para penduduk dikota-kota tersebut tetapi merupakan seorang yang berpura-pura sebagai turis yang memang datang untuk melakukan aksi-aksi sporadis yang sistematis dari suatu organisasi yang terpimpin. Gerakan terorganisir yang sistematis ini berpusat di Paris Prancis. Mereka mengatasnamakan suatu dari warga dunia tetapi sebenarnya hanya mewakili dari visi organisasinya. Organisasi yang tertutup ini memiliki berbagai cabang di penjuru dunia. Tujuannya bukanlah untuk memerdekakan Tibet sebagai bagian dari wilayah China, tetapi usaha untuk menjegal China sebagai naga yang baru akan bangun. Usaha-usaha ini dijalankan akibat ketakutan atas berkembangnya kembali semangat komunis.

Bagaimanapun kembali kepada semangat Olimpiade itu sendiri bahwa olimpiade bertujuan untuk menjembatani berbagai perbedaan. Baik itu ras, agama, isme, politik, warna kulit, suku atau apa saja yang membedakan manusia di bumi ini. Layakkah teror ini terus dilakukan?…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: