Indonesian Voices, Indonesia, Suara Rakyat Indonesia, Suara Masyarakat Indonesia, Openi Rakyat Indonesia, Rakyat Bersuara Rakyat Berpendapat Aspirasi Rakyat Aspirasi Masyarakat Masyarakat Indonesia Voice of Indonesian Bring of Voices Bring Voices of Indonesian Indonesian People Voices Indonesia Merdeka Indonesian Freedom Suara Umat Aspirasi Umat Indonesian Statement Sound of Indonesia Sekali Merdeka Tetap Merdeka


Gus Dur Meminta Anggota PKB dan Mengajak Para Pemilih Lainnya Untuk Golput
Juni 17, 2008, 4:53 am
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag:

Kalau pemerintah masih campur tangan terus, tidak ada jalan lain bagi kita,
kecuali membisikkan kepada pemilih untuk golput bersama-sama”
( Abdurrahman Wahid )

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta para anggota/partisan PKB dan pemilih Pilpress 2009 untuk golput dan juga akan mengancam para pemilih lain diluar PKB untuk golput. Hal ini dilakukannya karena PKB kubu Gus Dur (Versi musyawarah Parung, Bogor, Jawa Barat) dikalahkan oleh kubu Muhamin Iskandar dalam Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ali Masykur Musa yang merupakan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Versi Musyawarah Luar Biasa (MLB) mengatakan bawah pihaknya melihat ada kejanggalan dalam Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu yang memenangkan Kubu Muhaimin Iskandar. Kekalahannya ini menyebabkan kekecewaan yang besar dari Kubu Gus Dur. Dalam upaya untuk mempertahankan eksistensi PKB Versi parung Ali Masykur Musa berencana untuk menempuh upaya kasasi di Mahkamah Agung.

Dalam jumpa pers di kantor PBNU Jakarta, Kamis (12/6/2008). Seusai membuka diolog kebangsaan bertema “Pemberantasan Korupsi” yang digelar DPP PKB Versi Parung Bogor. Gus Dur mengatakan “Kalau pemerintah masih campur tangan terus, tidak ada jalan lain bagi kita, kecuali membisikkan kepada pemilih untuk golput bersama-sama”. Dengan harapan agar semua para pemilih pada Pilpres 2009 untuk mengikuti jejaknya.

Berdasarkan data dari KPU ternyata jumlah golput baik dalam pemilu baik nasional maupun lokal sebesar rata-rata 30%. Dalam kaitannya dengan data tersebut Gur Dur juga mengatakan “Saya tidak anjurkan saja jumlah pemilih golput pada pemilu kemarin sampai 40 persen lebih. Saya dulu memang memilih diam, bahkan saat dilengser, tapi kalau sekarang ini enggak. Saya tidak diam saja karena masalah ini menyangkut nasib dan masa depan bangsa”. Gus Dur juga berkata, “Bayangkan kalau nambah 13 persen. Sekali DPP PKB teriak habislah itu pemilu,”. Gus Dur yakin jumlah pemilih golput akan jauh lebih besar lagi dari pada pemilu sebelumnya.

Gus Dur juga menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi tekanan kepada majelis hakim PN Jakarta Selatan untuk memenangkan tuntutan Muhamin Iskandar dan Lukman Edy sebagai upaya politik SBY untuk menjegalnya maju dalam Pilpres. “Mungkin ini disengaja oleh mereka, kalau tidak pakai pemilukan lebih enak. Ini yang dilakukan oleh SBY selama ini,” kata Gus Dur dengan gaya khasnya. ( IndonesianVoices )



Mempertegas Kembali Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia
Juni 11, 2008, 1:37 pm
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Tag:

Dalam rangka terwujudnya NKRI yang tegas dan berwibawa, salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah mempertegas kembali Zona Ekonomi Ekslusif kita. Pada tanggal 12 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu deklarasi yang dikenal dengan Deklarasi Juanda yang melahirkan “Wawasan Nusantara”.

Dalam deklarasi ini ditentukan bahwa batas perairan wilayah Republik Indonesia adalah 12 mil dari garis dasar pantai masing-masing pulau sampai titik terluar. Tanggal 18 Februari 1960 dikeluarkan pula Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 4 Tahun 1960 yang menjamin adannya hak lintas damai (innocent passage) bagi kapal-kapal asing di perairan Indonesia yang menggantikan hak lintas bebas (free passage).

Kemudian pada tahun 1973 Pemerintah Indonesia menerbitkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia yang didasarkan pada wilayah perairan Indonesia, maka diadakanlah perjanjian atau persetujuan mengenai garis batas dan landas kontinen dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Australia, Singapura dan India.

Poin-poin penting mengenai batas-batas wilayah RI sebagai berikut ini:
a. Perjanjian RI dan Malaysia mengenai landas kontinen Selat Malaka dan Laut Natuna (Laut China Selatan). Perjanjian ini dilakukan pada tanggal 27 Oktober 1969 di Kuala Lumpur, mulai berlaku tanggal 7 November 1969.
b. Perjanjian RI dengan Thailand mengenai Landas Kontinen Selat Malaka bagain Utara dan Laut Andaman. Perjanjian ini diselenggarakan di Bangkok pada tanggal 17 Desember 1971 yang diberlakukan mulai tanggal 7 April 1972.
c. Perjanjian Landas Kontinen RI dengan Malaysia dan Thailand. Diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 1971 di Kuala Lumpur yang diberlakukan mulai tanggal 16 Juli 1973.
d. Perjanjian RI dengan Australia mengenai penetapan batas dasar Laut Arafuru dan daerah Utara Papua - Papua Nugini. Perjanjian ini diadakan di Canberra tanggal 18 Mei 1971 dan mulai berlaku tanggal 18 November 1973.
e. Perjanjian RI dengan Australia mengenai penetapan garis batas daerah-daerah dasar laut selatan Pulau Tanibar dan Pulau Timor. Perjanjian ini diadakan di Jakarta tanggal 9 Oktober 1973 dan mulai berlaku pada tanggal 8 November 1973.
f. Perjanjian berbatasan RI dengan Singapura mengenai penetapan garis batas laut wilayah (laut teritorial). Diadakan di Jakarta tanggal 25 Mei 1973 yang diberlakukan pada tanggal 25 Mei 1973.
g. Perjanjian perbatasan RI dengan India mengenai penetapan garis batas dan landas kontinen Laut Andaman. Perjanjian ini diadakan di Jakarta tanggal 25 Agustus 1974 dan mulai berlaku pada saat ditandatangani.



Mei 7, 2008, 4:41 pm
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Pencarian Google:
Informasi Politik Internatinal dan Nasional yang Mencerdaskan:
Comments Off


Rahasia Sukses Perdagangan China di Dunia
April 25, 2008, 3:29 pm
Diarsipkan di bawah: Internasional, Tak Berkategori | Tag:

Apakah China sedang berupaya untuk menjadi negara adidaya secara ekonomi? Jawabannya adalah ya. Inilah kajian menarik karena kekuatan dunia pada beberapa waktu ini di kuasai oleh Amerika, Jepang, Prancis, dan Inggris. Sterling Seagraves seorang analis barat mengatakan Cina akan menjadi pemilik abad 21 dan menjadi raksasa kekuatan ekonomi dunia. Pada tahun 2010 nanti, nilai nominal ekonomi Cina setidaknya mencapai AS $ 9.9 trilyun. Angka ini merupakan angka tertinggi didunia yang akan berada di atas Jepang dan AS. Ternyata Premis Seagraves itu terbukti. Belum sampai 2010, Cina telah menjadi raksasa ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi negeri itu rata-rata selalu tinggi 8 – 10 persen selama dua dekade belakangan. Hebatnya lagi sementara sejumlah negara di wilayah ASEAN yang pertengahan 1990-an kala itu santer disebut sebagai “Macan Baru Ekonomi Asia” justru tumbang setelah munculnya krisis ekonomi Asia tahun 1997, Cina justru sanggup terus melaju kencang.

Apakah ekonomi China sangat tertutup? Justru mereka sangat terbuka dan merekalah yang akan datang pada semua titik jaringan perdagangan yang akan dapat digunakan sebagai basis kekuatan ekonomi China. Walaupun China beridelogi komunis tetapi prinsif dagang China sangat terintegrasi dengan dunia global.  China tidak dapat disamakan dengan Rusia.  Sekalipun mengalami isolasi paska Tianmen tahun 1989 yang tragis, tetapi strategi cerdik China secara politik tetap dapat menerima dukungan ekonomi secara internasional. 

Sebenarnya apa rahasia China untuk menjadi adidaya ekonomi? Keberhasilan Cina itu tidak lepas dari peran keturunan Cina (baca: Cina Perantauan) yang menyebar di seluruh dunia. Menurut kajian Sterling, yang dituangkan dalam bukunya ‘Lords of the Rims’, pada tahun 1990 ada 55 juta orang Cina Perantauan atau “China Overseas”. Mereka umumnya berasal dari Cina Selatan (pesisir). Jumlah mereka ini hanya 4 persen dari total bangsa Cina Daratan 1,2 milyar. Namun jika seluruh kekuatan ekonominya digabung dengan lintas batas-batas negara, maka seluruh nilai kekayaan Cina Perantauan berjumlah AS $ 450 milyar. Angka ini adalah 35 persen lebih besar dari jumlah GNP negeri Cina tahun 1990!

Siapa para tokoh networking perdagangan China? Para taipan diseluruh negara yang menjadi pengusaha konglomerat di berbagai negara di dunia. Mereka adalah kunci dan pintu dari pembukaan isolasi yang dilakukan oleh masyarakat internasional. Para taipan bisnis Cina Perantauan berandil besar membentuk semacam kongsi bisnis yang melewati batas-batas negara namun saling menjalin usaha bisnis yang saling menyokong antar sesamanya. Jalinan sistem finansial kaum Cina Perantauan ini terbentang di pusat-pusat keuangan dunia di seputar wilayah Samudera Pasifik mulai dari Vancouver Canada, Los Angeles USA, Hong Kong, Taipei, Singapore sampai dengan negara ASEAN termasuk Indonesia.

Sederetan nama tersohor di antara pebisnis kaya raya seperti Li Ka Shing di Hongkong dan Lim Soei Liong di Indonesia sempat pernah menjadi peringkat atas orang terkaya tidak hanya di Asia Pasifik namun di dunia pada dekade 1990-an. Dan sejak tahun 1990-an saat rezim Pemerintah Cina mengendorkan kekakuan ideologi sosialisme-komunis serta membuka diri terhadap ideologi kapitalisme, maka maraklah kaum pebisnis Cina Perantauan kaya raya yang telah sukses di luar negeri ramai-ramai pulang kembali ke negeri leluhurnya untuk berbisnis sekalian menjalankan tradisi warisan budaya memuliakan kampung halaman.

Kehadiran jaringan Cina Perantauan ini sudah terjadi sejak berabad-abad lamanya. Mereka dulunya adalah suku-suku di pesisir selatan. Tirani pemerintah komunis terhadap mereka mengharuskan mereka mencari jalan lain ke luar negaranya. Maka tak mengherankan mereka amat lihai dalam permainan di bawah tanah. Keahlian itu terus berlanjut turun temurun di berbagai belahan dunia.

Ikatan antar Cina Perantauan sempat dilegalkan oleh oleh mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. Pada Agustus 1991 ia mengadakan Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusaha-pengusaha Cina Perantauan dari seluruh dunia. Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia. Konvensi ini bertujuan untuk “membentuk jaringan kerja sama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis”.

Pertemuan ini mampu membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat, kerja keras, mengutamakan pendidikan, persatuan dan saling membantu, bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina.

Konvensi ini kemudian disusul dengan konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. Indonesia diwakili 40 konglomerat non-keturunan Cina. Jauh sebelum itu, pemerintah Cina pada tahun 1949 mendirikan Departemen Komisi Tionghoa Perantauan dan memberikan 30 kursi di Kongres Rakyat Cina untuk wakil-wakil Tionghoa Perantauan termasuk wakil-wakil dari Indonesia. Tujuan

Departemen ini adalah untuk (1) melindungi kepentingan orang-orang Cina di perantauan, (2) memperkuat ikatan antara orang Cina diperantauan dan dengan tanah leluhur, dan (3) menganjurkan orang Cina mengirimkan uangnya ke Cina.

Terbentuknya jaringan kerja sama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme pribumi di negara-negaraASEAN, termasuk Indonesia yang saat itu sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri dan pribumi. Selain itu ada ketakutan akan larinya modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri.

Apalagi, sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina Perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC. “Tanpa orang-orang keturunan Cina ini, sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu

 

tinggi. Para pengamat memperkirakan bahwa 60 persen investasi asing di daratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina. Tanpa orang-orang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand, tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi.” (Jhon K Naveront, Jaringan Masyarakat China).

Penguasaan Negara Cina Perantauan menancapkan tajinya yang luar biasa di bidang ekonomi. I Wibowo (2004), secara menyatakan dihampir semua negara-negara ASEAN, pengusaha Tionghoa Perantauan menguasai 70 persen kue ekonomi. Mereka juga mengembangkan bisnisnya di pasar global. Apalagi, mereka memiliki apa yang disebut sebagai multinational corporations Tionghoa (MNCs). Diversifikasi usaha MNCs Tionghoa ini sudah sedemikian jauh, mencakup sektor industri semen, penerbangan, terigu, pulp, ekspor-impor, perbankan dan keuangan, agribisnis, pertambangan, kehutanan, manufaktur dan kelautan. Dari merekalah tumbuh MNCs yang sanggup menandingi MNCs Barat di Asia Tenggara.

Sejalan dengan tradisi, perusahaan-perusahaan bernilai milyaran diturunkan dari bapak ke anak seperti layaknya warung kelontong. Mereka, kata Seagraves, dijalankan oleh para kepala sindikat perdagangan Cina yang rahasia dan superkaya. Mereka inilah yang secara riil menguasai perekonomian di Asia Pasifik, kecuali Jepang dan dua Korea.

Sampai-sampai Cina Perantauan merupakan salah satu sumur terbesar modal cair dunia. Seorang bankir Singapura menaksir aset cair mereka sebesar US $ 2 trilyun, belum termasuk sekuritas. Kesuksesan itu tidak lepas dari kelihaian bisnis, cakap berorganisasi, dan cerdik memanfaatkan perlindungan politik (patronase), serta mendapatkan konsesi-konsesi monopoli dari pemerintahan-pemerintahan yang sulit. Karenanya sulit bagi mereka mencapai kesuksesan itu tanpa ketrampilan istimewa dalam urusan suap menyuap dan patronase.

Begitu berkuasanya mereka di berbagai negara, khususnya kawasan Pasifik, hingga kekuasaannya ibarat jaring labalaba  yang membentang di kawasan itu. Sampai-sampai investor Barat dan Jepang pun tak mampu masuk ke kawasan ini tanpa campur tangan mereka. Didukung oleh semangat solidaritas yang kuat, jaringan-jaringan bawah tanah, pragmatisme politik, informasi yang hebat, dan kemampuan menyesuaikan diri, cengkeraman mereka di kawasan Pasifik tak ada yang bisa menandingi. Seagraves bahkan berani mengatakan jika mereka bersatu maka pengaruh mereka akan meningkat tiada tara. Kekuatannya bisa menguasai perdagangan dunia.

 



Fitna di Kecam WCC
April 14, 2008, 1:21 pm
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Dewan Gereja Dunia (World Council of Cherches/WCC) mengecam film Fitna yang sangat rasialis dan anti Al Quran dan anti Nabi Muhammad SAW. WCC menilai film Geert Wilders ini melecehkan semua agama-agama di dunia yang mengusung cinta dan kasih sayang, dan menghindari kebencian.

“Kami yakin film ini tidak mewakili pandangan rakyat Belanda atau umat Kristiani terhadap Islam,” kata Rima Barsoum yang merupakan koordinator WCC untuk hubungan Kristian-Muslim, kepada laman internet “IslamOnline.net”, seperti dikutip IINA.

“Seperti umat Muslim, kami pun yakin hal itu tidak menunjukkan kebenaran tentang Islam,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa gereja-gereja Belanda merupakan yang pertama memberi peringatan mengenai film anti A-Qur`an itu.

“Film itu patut dikutuk karena apa yang disucikan dalam agama kita dihina dan kepercayaan kita dilanggar,” kata mereka dalam suatu pernyataan.

“Oleh karena itu kami menolak keras semua pelecehan dan penghinaan terhadap Al-Qur`an dan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana kami tidak menginginkan penghinaan terhadap Injil dan kepercayaan Kristiani,” katanya.

WCC  bermarkas di Jenewa memiliki anggota sebanyak 560 juta pemeluk Kristiani di 349 gereja di seluruh dunia. 

 



Presiden China: Tidak Ada Masalah HAM di Tibet
April 12, 2008, 10:47 am
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Presiden China Hu Jintao, Hari Sabtu (12/4), menyatakan tidak ada penindasan di Tibet dan bahwa masalah itu adalah kasus separatisme di suatu negara berdaulat. Tindakan pemerinatah merupakan aksi polisi dalam pengamanan sipil. Tentunya tidak ada kaitannya dengan masalah hak asasi manusia (HAM).

“Konflik kami dengan persengkongkolan Dalai (Lama) bukan masalah etnis, bukan masalah agama, ataupun hak asasi manusia,” Hu berkata kepada Perdana Menteri Australia Kevin Rudd –yang tengah berada di China. 

 



Mesir dan Suriah Desak IAEA Selidiki Israel
April 12, 2008, 10:31 am
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori

Dua negara Arab, Mesir dan Suriah, di PBB mendesak Badan Pengawas Atom Internasional (IAEA) untuk meloloskan resolusi kecaman atas fasilitas nuklir yang dimiliki Israel. Hari ini, kedua negara tersebut akan memberikan presentasi di depan Sidang Umum PBB dan juga IAEA mengenal nuklir Israel.

Dutabesar Mesir untuk PBB, Ilhab Fawzy mengatakan, IAEA harus meluluskan resolusi atas Israel jika memang lembaga ini berkomitmen menjaga dunia internasional dari nuklir yang tidak aman, terutama yang dikembangkan dengan niat sebagai persenjataan. Begitu juga Dutabesar Suriah, Ibrahim Othman, dalam sidang umum IAEA mengatakan, “Negara-negara Arab akan memberikan dukungan yang besar atas usaha pengawasan nuklir Israel oleh IAEA. Kami berharap konferensi ini mengadopsi resolusi yang kami usulkan tentang nuklir Israel. “

Sampai sejauh ini, tidak ada satu badan dunia pun yang berani mengutak-atik proyek pengembangan nuklir Israel yang berpusat di Gurun Negev, Dimona. Padahal sudah jelas-jelas, Israel mengembangan teknologi nuklirnya untuk kepentingan keamanan dan persenjataan negara Zionis Yahudi tersebut. Sudah berkali-kali negara-negara Arab mengajukan resolusi dan usulan ke lembaga-lembaga dunia seperti PBB dan IAEA tentang masalah nuklir Israel. Namun sejauh ini, lembaga-lembaga tersebut menunjukkan sifat yang ambigu dan tidak mengambil keputusan. Sementara di lain pihak, sikap PBB dan IAEA atas Iran sangat kuat dan tegas.

Tapi bagaimanapun, kedua dutabesar dari Mesir dan Suriah, kepada publik mengatakan, mereka akan selalu sabar dan tak berhenti untuk terus mengajukan resolusi atas nuklir Israel. “Saya berharap sikap PBB dan IAEA tidak membuat negara-negara Arab, terutama dan negara-negara di dunia untuk menggugat dan mengajukan masalah nuklir Israel ke dunia intenasional, ” ujar Othman di Vienna. Ia berharap, Israel mau menandatangani perjanjian NPT atau Non-proliferation Treaty, perjanjian yang mengatur kepemilikan dan pengembangan nuklir internasional.

Sampai hari ini, Israel masih enggan dan terus menolak desakan penandatangan NPT oleh dunia internasional. “Kami berharap Timur Tengah menjadi kawasan yang bebas senjata nuklir. Kami tidak bias membayangkan jika kawasan yang memiliki potensi konflik sangat tinggi ini, masing-masing negaranya mengembangan teknologi persenjataan nuklir, ” harap Othman.

Di saat yang sama, perwakilan dari Iran, wakil pemimpin tertinggi Angkatan Udara Iran, Muhammad Alavi, memberikan peringatan, jika Israel tidak segera dinetralisir maka negara manapun bisa diserang oleh negara Yahudi tersebut. Namun pernyataan keras Iran tersebut disanggah oleh Amerika, bahwa Israel tidak akan menyerang dan tidak pernah memiliki niat menyerang negara manapun, terutama negara-negara Arab. Dalam sidang tersebut, banyak pertanyaan yang mengemuka. Salah satunya adalah, Amerika Serikat hadir dalam sidang umum IAEA ini mewakili siapa? Mewakili rakyat Amerika, atau mewakili Israel Raya? (Arab News)