Kesadaran kekuatan bangsa terbentuk dari penyatuan prestasi-prestasi bangsa yang terserak. Dari sinilah akan terbangun kepercayaan kepada diri sendiri dan jati diri bangsa. Kita bisa melihat dari bangsa-bangsa yang bangkit baik dari peradapan lampau seperti munculnya kejayaan bangsa-bangsa masa lampau. Seperti kejayaan bangsa Mesir dan Babilonia atau bangsa Romawi dan Yunani. Mungkin lebih dekat dengan kita seperti kejayaan nusantara masa lalu, yaitu bangkitnya dan berjayanya Mahapahit dengan sumpah palapa atau Kerajaan Sriwijaya yang merajai maritim dan mengaruhi dua samudera dunia
Mungkin masa kontemporer saat ini seperti kebangkitan bangsa Jepang yang hanya dalam waktu 60-an tahun dapat bangkit kembali dengan cepat. Kebangkitan China yang sekarang mulai menjadi raksasa ekonomi di Dunia. Kebangkitan India yang menggunakan kemampuan riset dan produk intelektualnya.
Mari kita renungi masa-masa kebangkitan mereka tersebut. Jati diri mereka adalah kepercayaan kepada kekuatan diri sendiri. Kepercayaan kepada diri sendiri akan menentukan arah dari perjalanan sejarah berbangsa dan bernegara yang gemilang.
Secara riil dapat kita beri contoh logika dan fakta sederhana, sebagai berikut:
Jika kita percaya pada diri sendiri maka pemerintah akan lebih memilih Pertamina atau perusahaan dalam negeri lain untuk mengekplorasi blok Cepu dibandingkan dengan memberikan kepada “orang lain” Exon Mobile. Sehingga Pertamina punya pendapatan baru untuk membantu anggaran kita. Begitu juga dengan tambah-tambang lain yang sekarang dikelola asing.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka PT. Freefort sudah dinasionlisasi, sehingga keuntungannya yang luar biasa besar dapat digunakan untuk meningkatkan pendidikan bahkan lebih dari 20% anggaran APBN pemerintah kita.
Jika kita percaya pada diri sendiri maka PT Pindad akan meningkatkan teknologinya, karena mereka tahu bahwa produksinya akan digunakan. Jika produksinya digunakan maka mereka memiliki dana untuk mengembangkan riset dan teknologi mereka, sehingga menghasilkan senjata yang tangguh dan mutakhir. Apa artinya embargo senjata bangsa asing jika kita sepenuhnya menggunakan hasil produksi senjata kita sendiri.
Jika kita percaya pada diri sendiri maka kita tidak akan menjual BUMN-BUMN dan aset lain secara murah dan jorjoran kepada asing, karena kita sadar bahwa kita menjual sesuatu yang sangat berharga dan bernilai tinggi. Kita harus tahu bahwa pihak asing sendiri dengan segala cara dan lobby berusaha untuk mendapatkan saham-saham BUMN-BUMN kita, bahkan sampai mempengaruhi kebijakan pembentukan perundangan di Gedung Dewan.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka jalan-jalan di Indonesia akan banyak dipenuhi oleh kendaraan produksi bangsa sendiri bukan mobil dan motor Jepang. Devisa kita tidak deras lari ke Jepang karena kita tidak jorjoran membeli mobil dan motor negara sakura itu.
Jika kita percaya pada diri sendiri maka kita tidak berhutang dengan IMF dan Bank Dunia. Kita akan sadar tanpa dana asing pun kita bisa bangkit. Apalagi pinjaman mereka memiliki konsekuansi yang merugikan bangsa ini dibelakang hari.
Jika kita percaya pada diri sendiri kita akan membeli produk dalam negeri. Dengan ini maka industri dan perdagangan kita hidup, yang akan menyerap angkatan kerja kita yang sekarang banyak menganggur. Dari situ keluarga keluarga mereka akan mendapatkan kesejahteraan, anak-anak mereka dapat menempuh pendidikan yang layak. Bangsa kita akan menjadi pintar, sehingga kita mampu memproduksi sendiri segala sesuatu yang kita butuhkan. Ini akan membuka peluang lapangan pekerjaan lainnya dan kesejahteraan masyarakat semakin luas.
Jika kita percaya pada diri sendiri, maka BUMN-BUMN tidak menyerap tenaga ahli dari luar negeri yang mahalnya bukan kepalang. Ada yang gajinya sebulan bisa sampai 2,5 M perbulan. Masya Allah. Kalau ini diserahkan kepada bangsa sendiri maka akan banyak profesional kita yang bekerja di luar negeri pulang dan memberikan keahlian dan tenaganya untuk bangsanya sendiri dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan demi untuk bangsa sendiri.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka tidak ada yang memborong dolar yang akan menjatuhkan rupiah.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, tidak ada orang kaya yang berobat keluar negeri, yang menyebabkan devisa kita lari keluar. Tenaga ahli kesehatan kita akan terpakai.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka bangsa kita tidak lari kebursa saham Singapura, Hongkong, Jepang atau negara lain.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka rakyat akan percaya kepada pemerintah. Stabilitas nasional akan mantap dan membentuk sosial budaya yang kondusif. untuk membangun.
Jika kita percaya pada diri sendiri, maka kita akan menggunakan otak kita sendiri. Seperti halnya dengan pedang yang akan digunakan maka pemiliknya akan mengasah pedang tersebut. Kita akan belajar. Tidak ada rasa sia-sia sedikitpun pada saat kita berkorban dan berinvestasi untuk belajar. Sehingga bangsa kita akan lebih banyak yang pintar. Sebaliknya jika kita tidak merasa dihargai, kemampuan kita diabaikan. Putus asalah kita untuk menggunakan otak pemberian Allah SWT Sang Pencipta. Kita malas belajar dan akan semakin banyaklah yang bodoh pada bangsa kita.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka berkobarlah rasa nasionalisme dan harga diri kita. Ini jelas akan menjadi energi kebangkitan kita. Mudahlah kita untuk berjaya dengan semangat ini.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka kita tidak akan memilih pemimpin yang menyembah kepada kekuatan asing, karena kita percaya tanpa bantuan asing pun kita tetap bisa maju.
Jika kita percaya kepada diri sendiri, maka kita akan sangat menghargai prestasi-prestasi anak bangsa yang mengharumkan nama bangsa. Kita akan tahu karena kita sangat menghargainya. Kita akan tahu siapa pahlawan-pahlawan kita. Kita akan kenal siapa yang mendapatkan emas, perak atau perunggu di Olimpiadi Bejing. Kita akan tahu siapa-siapa anak bangsa kita yang mendapatkan prestasi gemilang di olimpiade fisika, di olimpiade matematika, kita akan tahu siapa pencipta kerangka tulang jalan layang di negara-negara modern, kita akan tahu prestasi-prestasi anak bangsa lain diluar negeri. Karena kita tahu maka mereka yang berprestasi akan merasa dihargai, mereka akan senang untuk berjuang kembali. Sebaliknya jika kita tidak menghargai prestasi mereka. Mereka merasa diabaikan. Meraka merasa sia-sia. Lelahlah mereka untuk berjuang kembali.
Jika kita percaya kepada diri kita sendiri, maka anak-anak kita akan diberi kesempatan setinggi-tingginya untuk mencapai cita-cita mereka. Sebaliknya jika kita tidak percaya pada diri sendiri, maka mungkin kita percaya kepada anak-anak kita, mana mungkin kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk meraih kesempatan untuk menggapai prestasi meraka.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka kita akan bersyukur kepada Sang Khalik, maka kita akan mempergunakan semua anuggrahNya untuk membangun bangsa ini secara positif. kita akan memanfaatkan potensi kita untuk kejayaan bangsa ini.
Jika kita percaya kepada diri sendiri maka kita akan mendapatkan satu, dua, tiga…. Seratus … Seribu… Sejuta… Semilyar prestasi bangsa ini, yang membawa kepada kejayaan. Kita percaya kepada diri sendiri maka kita akan bangkit. Akibat kebangkitan ini, akan mengukir prestasi dan keberhasilan Indonesia yang akan membentuk kepercayaan diri kita yang lebih tinggi lagi. Inilah modal kegemilangan bangsa ini. Kondisi ini yang disebut dengan lingkaran kepercayaan diri bangsa sebagai manifesto bangsa kita.
Kontemplasi bangsa disaat momen hari kemerdekaan ke 63 ini. Dapatlah disimpulkan bahwa sejatinya koreksi terhadap masalah kita sekarang ini adalah ada pada kepercayaan diri kita sendiri! Inferioritas kita terhadap bangsa lain! Tengoklah pada diri kita sendiri bukan kepada teman di sebelah kita.
Diarsipkan di bawah: Opini | Tag: THE INDONESIAN BLOGGER MUST BRAVE TO BUILD OWN ADVERTIS
BUILD YOUR ADVERTISING BUSINESS WITH YOUR MANAGEMENT AND INDONESIAN LANGUAGE BECAUSE INDONESIA IS MOST POTENTIALY MARKET PROSPECT IN WORLD
by Heri Hidayat Makmun
Indonesia is one of widest market in the world. Sum of peoples more than 250 million and the fourth oh highest populated country in the world. So this is the bigest chance to caming into potentialy market prospects. You can see the Indonesian buyers are listed in the top buyers of a major brand watch retail chain in Singapore.
So what You waiting? Let’s you are making business with build advertise services in your site/blog. For the begining you prefere the advertise display only in your site and for your friends business to advertise and help their business to grow. So in this first step, You should make your site zone with free advertise, and the next step You could display advertising with not free.
For You advancing Your business You must have net work team for help Your business. You could build your marketing network affiliate. So for do it You must have database. You could use MySQL, SQL Server, Access or etc. Let’s choise the free database system like MySQL, it’s support by many internet aplication.
When your business going to bigger, You should have people and staff for help your administration going well. Ok! Let’s making your business with your self. Your own business is happy business! You could to follow PPC, KumpulBlogger.com, and etc.
Diarsipkan di bawah: Opini | Tag: Episode Hubungan Indonesia - Malaysia yang Penuh Kecemb
Sepanjang sejarah perjalanan dua saudara serumpun antara Indonesia dan Malaysia penuh dengan cerita kecemburuan, prasangka dan kemesraan. Sejak Malaysia di jajah Inggris dan Indonesia dijajah Belanda. Malaysia yang lebih bersifat keinggrisan dan kebarat-baratan pada masa lalu, menjadi percikan api yang membakar amarah Sukarno untuk menerbitkan kata yang menjadi cukup terkenal : “Ganyang Malaysia”. Disisi lain pada waktu itu, hubungan luar negeri Indonesia lebih dekat ke China dan Rusia.
Awal konfrontasi Malaysia - Indonesia dimulai dengan keinginan Malaysia untuk menggabungkan Brunai, Serawak, dan Britania Borneo Utara (Sabah). Ketiga wilayah ini merupakan jajahan Inggris, dan oleh Inggris digabungkan menjasi Semenanjung Malaya yang menjadi cikal bakal Malaysia. Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Malaysia apabila mayoritas di daerah yang ribut memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi PBB. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, dan tidak menginginkan campur tangan pihak luar.
Sukarno menganggap hal ini merupakan perjanjian yang dilanggar dan sebagai bukti imperialisme Inggris, karena pada kenyataanya ada sebagian wilayah yang menginginkan masuk ke Republik Indonesia. Wilayah ini berada diperbatasan Kalimantan Indonesia - Kalimantar Utara (Sabah) dan Brunai. Pemimpin masyarakat tersebut memberontak terhadap pemerintahan Brunai dan membentuk Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU). Sultan Brunai meminta pertolongan kepada Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) yang berpusat di Singapura. Akhirnya pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh tentara Inggris.
Di Kuala Lumpur pada waktu itu terjadi demontrasi yang anti Indonesia, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto-foto Sukarno dan Lambang Garuda, yang dibawa ke hadapan Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman. Emosi Sukarno meledak dan melancarkan gerakan yang terkenal dengan Indonesia dan presiden Indonesia.Atas usulan dan rekomendasi Inggris, Malaysia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. Hal ini memicu cemburu Sukarno yang keluar dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965. Kemudian membentuk suatu organisasi pengganti PBB yang diberinama Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo). Mengganti Olimpiade dengan Games of the New Emerging Forces (GANEFO).
Malaysia yang merasa belum siap berhadapan langsung dengan Indonesia, melibatkan Inggris, Selandia baru dan Australia dalam konfontasi dengan Indonesia. Australia menerjunkan pasukan 3 resimen tentara Special Air Services (SAS). Sementara Indonesia mendapatkan pasokan sejata dan obat-obatan dari China. Saat-saat inilah hubungan Jakarta - Beijing semakin kuat. Demikian juga usaha Sukarno untuk mendekati Rusia. Masa rejim Sukarno merupakan masa perkembangan komunis yang subur, sedangkan Malaysia yang masih dijajah Inggis merupakan benteng kaum liberal untuk menghadang perkembangan komunis.
Di lain waktu ketika Sukarno terjatuh dari kekuasaannya akibat “Supersemar” paska pemberontakan G30S PKI yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Masa awal Rejim Suharto merupakan masa yang sangat tragis bagi Partai PKI, yang anggotanya banyak dibunuh dan diasingkan diberbagai pulau di Indonesia.
Gerakan dan Isme yang diusung Suharto menarik barat yang liberal untuk ikut membackup dari belakang. Mudah untuk dibuktikan bahwa gerakan-gerakan mahasiswa tahun 60-an banyak disusupi oleh LSM barat yang menjadi donatur mahasiswa langsung atau maupun tidak langsung.
Pada tanggal 28 Mei 1966 diadakan konferensi di Bangkok Thaliland. Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Perjanjian ini merupakan awal dari efisode baru hubungan Indonesia dan Malaysia yang lebih harmonis. Tentara di tarik mundur dari perbatasan dan kekerasan berakhir. Tanggal 11 Agustus 1966 dilakukan perjanjian perdamaian antara Indonesia dan Malaysia.
Pada masa-masa Suharto ini hubungan Indonesia menjadi seiring dan sejalan. Bahkan pada pertengahan rejim Suharto berkuasa banyak para pelajar, petani, guru Malaysia yang belajar di Indonesia. Bahkan Malaysia menganggap Indonesia adalah kakak kandung Malaysia, terutama pada masa Perdana Menteri Mahatir Muhammad berkuasa. Apalagi ketika Singapura yang menjadi “orang ketiga” dalam hubungan Indonesia Malaysia juga ikut menganggap Indonesia sebagai saudara tua. Pertumbuhan Indonesia yang cepat di bawah program pembangunan yang diusung Suharto menjadikan Indonesia di kagumi dan disegani bukan hanya di Asia Tenggara tetapi juga di Asia bahkan dalam hubungan-hubungan regional maupun inter regional, Indonesia banyak menjadi mediator yang bijaksana. Kesan ini cukup mempengaruhi hubungan Indonensia Malaysia yang stabil dalam kemesraan.
Paska kejatuhan rejim Orde Baru yang dianggap korup dan mencederai hak asasi manusia, yang dimotori juga oleh mahasiswa dengan mengusung revormasi menuju Indonesia baru. Pada masa itu kejatuhan Suharto akibat krisis moneter yang berkepanjangan dan pada akhirnya menjadi krisis multidimensi bagi Indonesia. Suharto berusaha tetap mencengkramkan kekuasaan dalam goyah kekuasannya, melalui perpanjangan rejim orde baru berupa pengangkatan Habibie menjadi pengganti Suharto. Pada masa Habibie hubungan Malaysia dan Indonesai masih tetap baik dan tetap bertekad memajukan ASEAN sebagai isu utama penguatan ekonomi negara-negara Asia Tenggara yang ketika itu juga ikut terpuruk. Peran Indonesia dalam berbagai hubungan di regional Asia Tenggara dan Asia masih tetap menonjol dan meneruskan kebijakan-kebijakan masa Suharto.
Ketika Abdurrahman Wahid berkuasa yang didapat dari hasil pemilu. Hubungan Indonesia Malaysia mulai gamang. Kekuatan diplomasi Indonesia baik di dalam ASEAN maupun Asia semakin menurun dan terpuruk. Dalam masa-masa inilah Malaysia sudah mulai merasa kakak tertuanya ini adalah saudara yang merugikan adiknya. Di picu oleh tenaga kerja Indonesia yang masuk secara ilegal dan kebijakan Gus Dur yang mulai berkedip mata dengan Israel yang pada masa-masa Suharto dan Habibi adalah “daerah hubungan yang terlarang”. Malaysia yang masih dipimpin PM Mahatir Muhammad merasa saudaranya ini sudah mulai salah jalan. Walaupun Gus Dur banyak melakukan “jalan-jalan keluar negeri” tetapi pada masa inilah peran Indonesia dimata ASEAN, Asia dan Internasional mulai menurun dengan drastis. Apalagi Singapura yang selalu menjadi prokaktor dalam hubungan Malaysia dan Indonesia mulai meremehkan peran Indonesia di ASEAN. Bagi Lie KuanYou, Indonesia hanya ada pada masa Suharto, justififkasi yang subjektif ini sangat kentara dalam kebijakan-kebijakan Singapura ke Indonesia dan pengaruhnya terhadap hubungan Indonesia - Malaysia.
Masa setelah Gus Dur di jatuhkan legislatif yang tidak semakin percaya dengan kepeminpinan Abdurrahman Wahid. Pada masa ini keterpurukan ekonomi belum juga dapat terangkat. Ketergantungan kepada IMF, Bank Dunia dan bantuan luar negeri. Arah revormasi yang semakin tidak jelas memutuskan kekuasaan Gus Dur ditengah jalan. Inilah saat kenaikan Megawati menjadi presiden pengganti Gus Dur. Penggantian ini tidak memberi pengaruh yang positif dalam kekuatan diplomasi Indonesia di luar negeri dan dalam kaitannya hubungan Malaysia dan Indonesia masih tetap gamang. Dilain sisi isu Sipadan dan Ligitan sudah menjadi isu utama yang semakin menjauhkan dua bersaudara ini, ditambah lagi dengan kemampuan diplomasi Megawati diluar negeri yang lemah dan tidak memiliki arah. Sementara Malaysia terus menggalang kekuatan untuk menguatkan isu Sipadan Ligitan adalah dalam wilayah Malaysia baik di arbitrase-arbitrase internasional, diplomasi ke PBB, pendekatan ke Amerika Serikat dan berbagai intrik Malaysia yang dilakukan terhadap pulau tersebut. Semakin mencengkramkan kuku Malaysia di pulau tersebut. Bahkan penduduk-penduduk pribumi di pulau tersebut banyak yang dipekerjakan dan disekolahkan oleh pemerintah Malaysia. Dalam kondisi seperti itu Megawati tetap tenang dan tidak berbuat apa-apa, kecuali hanya reaksi-reaksi yang tidak profesional sebagai presiden untuk mengamankan wilayah RI. Disinilah visi dan misi PDI Perjuangan yang menopang Megawati yang bertekad sebagai garda NKRI hanyalah isapan jempol belaka.
Paska pemilu demokratis dengan pemilihan langsung calon presiden RI yang pertama kali, dengan hasilnya memunculkan Susilo Bambang Yudoyono sebagai Presiden RI. Hubungan Malaysia dan Indonesia semakin parah isu Ambalat muncul sebagai pemicu hubungan Indonesia dan Malaysia yang semakin sulit. Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang masuk Malaysia semakin banyak, berbagai perlakuan kasar warga Malaysia terhadap TKI, menyebabkan demo di dalam negeri Indonesia. Penerapan pemerintah Malaysia yang mulai garang terhadap TKI ilegal dan tidak adanya komunikasi yang efektif untuk menangani berbagai kekerasan terhadap TKI Indonesia semakin meretakkan hubungan tersebut. Dalam jangka panjang Malaysia bertekad mulai mengurani ketergantungannya dengan TKI Indonesia. Kebijakan ini dilakukan secara bertahap sampai Malaysia dapat secara mandiri menyediakan supplay tenaga kerja dari dalam negerinya sendiri. Bagi Malaysia hubungan ini semakin merugikan. Apalagi peran Indonesia di ASEAN dan Asia tidak juga menjadi lebih baik.Dalam kontek hubungan Indonesia - Malaysia ada pengaruh signifikan kekuatan ekonomi, diplomasi dan peran Indonesia di regional maupun inter regional terhadap perbaikan hubungan Indonesia - Malaysia.
Tentunya perlu juga ada saling pengertian dan upaya-upaya pengaruh asing “Singapura” untuk merusak dua saudara serumpun ini. Bagi Indonesia dan Malaysia seakan-akan Singapura merupakan duri dalam daging. Dilain sisi-sisi Singapura juga punya dendam tersendiri sejak ditolak masuk menjadi Federasi Negara-Negara Bagian Malaysia. Konflik-konflik regional ini menjadi tantangan bagi ASEAN kembali berperan secara efektif seperti masa-masa awal berdirinya ASEAN.
Tapi bagaimanapun perlu kita sadari konflik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia karena kelemahan pemimpin kita dalam mengelola konflik. Kita cepat reaksioner pada suatu waktu ketika orang lain sudah melakukan sesuatu. Kita tidak berusaha menentukan sendiri format hubungan luar negeri kita pada suatu negara. Pemimpin Indonesia pada umumnya kurang bisa mengambil manfaat dari kemajuan yang dialami Malaysia dalam dekade ini.
Diarsipkan di bawah: Opini | Tag: Negara Tetangga Hanya Mau Oksigen Gratis Tanpa Mau Asap
Bulan-bulan kedepan Juli, Agustus, September dan November yang menjelang musim-musim panas biasanya kita mengalami ritual rutin yang menjadi kecaman negara-negara tetangga kita bahkan dunia, yaitu kebakaran hutan. Asap dan polusi yang menyebar sampai negara-negara tetangga kita menbuat Singapura, Malaysia dan Thailand menganggap pemerintah Indonesia tidak becus dalam menjaga hutan kita. Keluhan mereka atas ekport asap kita yang tidak mereka inginkan disampaikan dalam berbagai forum dunia yang mempermalukan bangsa Indonesia.
Selama ini mereka (negara-negara tetangga kita) tidak sadar bahwa kita juga sudah mengekspor udara segar berupa oksigen (O2) yang dibutuhkan tubuh-tubuh penduduk negara tetangga kita. Untuk yang ini mereka diam saja, tanpa ada rasa terima kasih dan ucapan bersukur mereka turut menikmati tanpa membayar dan tanpa sedikitpun berfikir bahwa hutan Indonesia yang dijaga dan dilestasikan dengan anggaran negara miskin ini untuk tetap memproduksi oksigen yang dibutuhkan penduduk bumi ini.
Hal yang paling menyedikan negara-negara yang sudah menghabiskan hutan duluan dan memproduksi emisi secara besar-besaran sebagai konsekuansi negara-negara industri pun ikut mengecam kita. Tanpa ada rasa malu dan rasa bersalah pada masa lalu dan masa kini mereka turut mempermalukan kita diluar negeri. Memang betul kita belum becus memelihara hutan. Tapi apakah paru-paru dunia ini hanya menjadi tanggung jawab bangsa Indonesia yang miskin ini? Sementara para negara maju yang kaya dan mengumbar produksi emisi secara besar-besaran sebagai akibat industri mereka tenang-tenang saja?
Di dafar PBB Indonesia dimasukkan dalam daftar negara-negara yang tidak bertanggungjawab dalam pengendalian emisi dan pemanasan global, seakan sia-sia usaha kita di Bali untuk menggugah dunia untuk memperhatikan hutan kita. Sedangkan negara negara maju yang boros emisi didaftar yang lebih bertanggungjawab. Keterlaluan PBB.
Diarsipkan di bawah: Opini | Tag: Pemerintah Tidak Transparan Dalam Penetapan Harga BBM
Oleh Heri Hidayat Makmun
Kenaikan harga minyak dunia yang ditentukan di New York membebani penduduk dunia. Kenaikan yang terjadi secara masif terjadi dari hari ke hari merupakan yang tertinggi dalam sejarah harga minyak dunia. Negara-negara yang tergantung pada import minyak (net import) tentu akan berdarah-darah.
Indonesia yang memproduksi sendiri sebesar 80% minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan 20% berasal dari import. Pemerintah dengan bemaksud tertentu atau memang sekedar informasi saja mengatakan bahwa kita merupakan pengimport murni (Net Import). Mungkin ini strategi untuk mendapatkan restu menaikkan harga BBM.
Sebenarnya jika kita kaji lebih jauh dalam struktur APBN kita yang terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. Pada pos pendapatan dengan jenis rekening pendapatan sumber daya alam, yang didalamnya terdiri dari iuran hak pengusahaan hutan, provisi sumber daya hutan, dana reboisasi, iuran tetap, iuran eksplorasi dan iuran eksploitasi, pungutan pengusahaan perikanan, pertambangan minyak bumi, pertambangan gas bumi, dan pertambangan panas bumi. Pendapatan ini diluar pajak, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan yang sah.
Terlihat pendapatan sumber daya alam diluar minyak bumi ada gas bumi dan panas bumi. Khusus gas bumi yang merupakan komoditas subtitusi dari minyak bumi ternyata juga mengalamai kenaikan harga seiring dengan kenaikan minyak bumi. Indonesia sebagai negara yang paling kaya gas bumi, bahkan ada peneliti yang mengatakan bahwa manusia Indonesia tidur di atas gas bumi dan panas bumi.
Indonesia memiliki pipa gas bawah laut ke Jepang dan beberapa negara tetangga. Sayangnya komiditas energi andalan RI ini tidak nampak dalam wacana perdebatan kenaikan BBM di Indonesia yang riuh rendah. Seakan-akan gas tidak memiliki nilai jual yang meyakinkan. Padahal sebagai produk subtitusi dari minyak bumi maka harga gas alam dunia akan mengikuti perkembangan minyak bumi. Bukan saya berburuk sangka dengan pemerintah tetapi terkesan ditutup-tutupi untuk melancarkan kenaikan harga BBM dalam negeri.
Selain itu mengapa juga kita yang memproduksi 80% minyak untuk konsumsi sendiri harganya dipengaruhi oleh harga minyak bumi import yang hanya 20% saja? Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi nusantara ini sebagaimana diundangkan dalam UUD 1945 dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, tetapi mengapa pemerintah begitu menguasainya? Besar anggaran tidak terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat, karena proses transfer nilai dari APBN ke rakyat banyak mengalami banyak kebocoran.
Bagaimana Ibu Sri Mulyani?
by: Murad Ali
Iran is between a rock and a hard place when it comes to their economic and political survival. Iran is under considerable pressure to give up its nuclear energy program by the implementation of U.N. security resolutions. Yet the situations isn’t as easy for the Iranians as they will have to choose between a powerful energy resource that will spark its growing economy or serious economic consequences that may hinder future growth.
As pressure mounts on the Islamic nation to comply with U.N. resolutions internal squabbling has begun that may force political change. According to the 2006 report on the Political Risk report there is an 85% likelihood that Iran’s regime will still remain conservative over the next year and a half and 60% probability that they will stay conservative over the next five years.
Thus people within Iran have begun to show some signs of content with the revolutionary leaders. Young people want to expand the definition of what it means to be Muslim and allow for the further education of woman, more access to Western products and more freedom in society. Sanctions, if they are implemented and upheld, may further encourage internal activists to demand reform.
Not all nations besides the United States, the U.K., and France are in favor of heavy sanctions on the small country. Russia and China expressed discontent against the possible placing of sanctions on Iran (Popeski, 2006). Fear is that the country is being punished for being both Muslim and not bowing to international powers.
On July 31, 2006 the U.N. Security Council passed a security resolution telling Iran they had 30 days to suspend their Nuclear program or risk sanctions. This deadline has now come and the next move is in Iran’s hands. It is highly likely that Iran will not bow down to international pressure as it builds an independent nation.
Oleh Heri Hidayat Makmun
Tidak ada negara di Asia yang tidak terpengaruh akibat sejarah dan masa lalu China dan Jepang. Dua negara berkulit kuning ini sebenarnya berasal dari satu rumpun dan memiliki pertalian kebudayaan yang kuat. Sebagai contoh orang-orang Jepang sebagian besar hapal dengan puisi-puisi T’ang yang dipelajari disekolah. Demikian juga tradisi minum teh Jepang yang banyak dilakukan di China. Tapi pendekatan kebudayaan in belumlah mengikat kedua negara untuk tidak saling memrangi.
Kedua negara yang terpisah pulau-pulau di laut China Timur ini, walaupun memiliki kedekatan kebudayaan dan Letak geografis kedua negara yang sangat dekat, tetapi lokasi geogragis mereka ini justru menimbulkan pergesekan kepentingan politik, ekonomi dan keamanan masing-masing negara. Walaupun kedua negara tidak mempunyai batas-batas daratan, tetapi Shanghai China dengan Okinawa Jepang hanya berjarak kurang dari lima ratus mil.
Kedua negara ini saling mengklaim sekelompok pulau Kepulauan Senkaku, sebutan bagi orang Jepang, sedangkan bagi orang China disebut Diauyutai. Kepulauan itu terletak diantara kedua kota besar tersebut. China yang menjadikan kota Shanghai sebagai kota besar bisnis, sedangkan Jepang menjadikan Okinawa sebagai basis militer. Tentara Amerika juga ikut berbasis di kota ini dan menjadikan kota ini sebagai pusat pemantauan terpenting bagi Pantagon untuk terus memata-matai China.
Kepulauan Senkaku atau Diauyutai dikenal sebagai daerah yang mempunyai cadangan minyak yang sangat besar. Kedua negara pada tahun 1974 hampir terlibat perang untuk mengakui kepulauan ini, dan sampai sekarangpun konflik perebutan kepulauan itu masih terus berlangsung.
Dalam kondisi kenaikan harga minyak dunia yang terus “menggila” kecemasan kedua negara ini, atas krisis bahan minyak pada masa yang akan datang, meningkatan ketegangan China dan Jepang tentang kepemilikan pulau-pulau tersebut.
Dalam jangka panjang perseteruan ini menimbulkan perlombaan senjata di Asia Timur. Hal ini terlibat mulai beralihnya penguatan militer China dari naga daratan menjadi naga lautan. Para analis yakin perubahan formasi kekuatan ini ada kaitannya dengan krisis jangka panjang di Laut China Selatan.
Demikian juga Jepang yang semakin menggantungkan kekuatan militernya pada kekuatan kapal selam. Amerika selaku penyokong Jepang selalu siap menyediakan teknologi baru untuk kepentingan keamanan Jepang. Hal inilah yang menyebabkan tentara Amerika masih akan terus memiliki kesempatan untuk bercokol di negara tersebut, walaupun rakyat Jepang sendiri sangat menentangnya. Apalagi paska terjadinya perkosaan yang dilakukan marinir Amerika.
Selain masalah sumber energi konflik China - Jepang juga dipengaruhi oleh kondisi politik korea dan Taiwan. Korea Selatan dan Korea Utara, kedua bersaudara yang pernah terlibat perang Korea ini tetap saja sulit untuk bersatu. Korea Selatan yang dibackup Amerika dan Jepang, sedangkan Korea Utara yang masih perlindungan China. Bagi Jepang keberadaan Korea Utara yang memiliki dan mengembangkan senjata nuklir, sebagai “pisau belati yang mengarah kejantung” (Mengutip istilah Ito Hirobumi seabad yang lalu).
Taiwan yang secara historis merupakan bagian dari China Raya, dan menjadi bagian dari kekaisaran China sejak abad ketujuh. Sebagian besar penduduknya ingin lepas dari daratan (istilah daratan untuk sebutan China). Dalam perkembangan kedepan Taiwan memiliki potensi yang besar untuk berkembang secara ekonomi. Hal ini yang mengikat China untuk mempertahankan Taiwan. Lagi-lagi Amerika selalu ikut campur dimana saja, dengan ikut terlibat dalam upaya-upaya pelapasan Taiwan dari China. Hal ini tentu saja mendapatkan dukungan Jepang.
Sejarah Taiwan adalah selalu sejarah pemberontakan terhadap China. Taiwan sejak dulu menjadi tempat para perompak dan bajak laut, yang sulit untuk di musnahkan oleh militer Kaisar Ming. Disini juga tempat hidup para pendekar pembelot terhadap kekuasaan Ming. Dipulau ini juga pernah dijadikan pos militer Spanyol dan Belanda. Taiwan juga secara histori tidak pernah menyerahkan otoritas kepemerintahannya ke China sampai tahun 1683. Pada waktu itu Dinasti Shilla dari Korea dan Dinasti Konfusius Yi yang didirikan tahun 1392 membayar upeti kepada Kekaisaran China. Saat inilah Taiwan benar-benar berada di bawah pemerintahan klasik China.
Selain aspek diatas perkembangan ekonomi China yang pesat, menimbulkan ketakutan Jepang. Jepang yang selama ini sangat mendominasi perbagai produk perdagangan dunia mulai tersingkir sedikit demi sedikit akibat penetrasi barang dagang China. Investasi Jepang pada berbagai negara. Utamanya di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang nilainya mencapai 30 milyar dollar ikut terancam.
Kita bangsa Indonesia perlu belajar dari kedua negara Asia ini yang secara ekonomi menunjukkan peningkatan secara luar biasa dalam abad ini. Kedekatan keasiaan membuat saya lebih menginginkan meraka bersekutu dan menyelesaikan sengketa kepulauan secara damai dalam suatu forum yang diprakarsai oleh Indonesia. Keamanan regional dapat terjadi dengan menyelesaikan konflik-konflik antar negara yang selama ini terjadi berkepanjangan. Indonesia dapat masuk dan memerankan suatu tokoh karismatis yang mendamaikan dunia. SBY seharusnya dapat mengambil kesempatan ini untuk menjadikan Indonesia sebagai Rahmatan lil Alamin bagi kedamaian dunia. (IndonesianVoices).
Diarsipkan di bawah: Opini | Tag: Kerjasama Keamanan Indonesia, Thailand dan Malaysia Tak Perlu Campur Tangan Amerika
Isu keamanan menjadi isu penting di Asean. Ketergantungan kawasan ini dalam masalah-masalah terorisme dan keamanan pada umumnya terhadap Amerika, membentuk pemerintahan yang gampang untuk didikte asing.
Baru-baru ini mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, mengatakan dukungannya mengenai kerja sama antara pimpinan negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kerjasama ini untuk menangani keamanan regional. Anwar berharap kerja sama tersebut jangan membuat Susilo Bambang Yudhoyono, Thaksin, dan Abdullah Badawi dikendalikan oleh Amerika atau pihak asing. “Kita harus melihat masalah terorisme sesuai dengan kacamata kita,” ungkapnya.
Anwar memberi contoh: apabila ada seseorang yang terbukti bersalah karena mempunyai senjata beracun, maka orang tersebut harus diberi tindakan yang tegas sesuai dengan hukum melalui pengadilan. Kasus-kasus yang ditanggani masih berdasarkan titipan asing dan dijadikan isu terorisme. Hal inilah yang menyebabkan akar dari keamanan di Asia Tenggara seperti ancaman di Selat Malaka dan mapia obat terlarang dapat diatasi.
Selama ini baik pemerintah Indonesia, Malaysia dan Thailand menggantungkan program keamanan yang telah diseting oleh Amerika. Pembentukan Densus 88 di Indonesia contohnya hanya berfungsi untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan kepentingan Amerika. Disisi lain ketangguhan pasukan tersebut tidak dapat digunakan untuk memerangi pencurian ikan yang banyak diterjadi di Indonesia contohnya, atau ilegal logging yang merugikan Indonesia.
Diarsipkan di bawah: Opini | Tag: Bijaksanakah memboykot Olimpiade Beijing China
Oleh : Heri Hidayat Makmun, SE, MM
Salah satu semangat dalam dunia olah raga adalah sportifitas, kebersamaan, keakrapan dan sebagainya yang tentunya berasal dari berbagai latar belakang negara, politik, agama, ras dan sebagainya. Jika pengaruh politik, ras atau lainnya dimasukkan dalam arena olah raga maka tujuan dan semangat olimpiade yang selama ini ada akan hilang.
Isu untuk melakukan boykot terhadap olimpiade yang akan diselenggarakan di China berlatar belakang protes masyarakat Tibet yang menyebabkan reaksi dari pemerintah China. Umumnya protes awalnya dilakukan diberbagai tempat di luar Tibet dan China. Tindakan represif dari pemerintah China banyak memicu reaksi dari berbagai negara. Salah satu reaksi yang paling sensitif adalah memboykot olimpiade China.
Reaksi tersebut dapat dilihat dari berbagai Pawai Obor Olimpiade yang melintasi berbagai negara. Berbagai LSM dunia yang dikendalikan oleh kepentingan politik untuk menjatuhkan China bergotong royong melakukan blokade, demontrasi, menteror, bahkan sampai merebut api obor yang sedang diarak. Usaha-usaha ini banyak mengalami kegagalan, dengan kenyataanya arak-arakan obor olimpiade tetap berjalan.
Berbagai negara yang dilewati obor olimpiade ini banyak melakukan antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada saat arak-arakan. Seperti kekwatiran Pemerintah Malaysia terhadap berbagai gangguan yang akan dilakukan oleh demontran dalam usaha untuk melakukan blokade terhadap berjalannya pawai obor. Demikian juga yang dilakukan oleh Pemerintah Pakistan yang menerjunkan ribuan polisi dan tentara dalam pawai obor yang dilakukan di Islamabad. Gangguan seperti yang telah terjadi di London, Paris, San Fransisko menjadi pelajaran untuk mengantisipasi berbagai teror yang akan dilakukan demontran. Di San Fransisco para demontran yang membawa foto-foto Dalai Lama melakukan aksi demontrasi di Konsulat China. Di Asia arak-arakan dimulai di India, Thailand, Malaysia, Indonesia, Australia, Korea Selatan, Jepang, Vietnam sebelum akhirnya menuju Beijing China. Berbagai negara yang akan dilalui tersebut merasa khawatir terhadap kemungkinan keamanan dari para peserta pawai obor ini.
Pada umunya demontran bukanlah para penduduk dikota-kota tersebut tetapi merupakan seorang yang berpura-pura sebagai turis yang memang datang untuk melakukan aksi-aksi sporadis yang sistematis dari suatu organisasi yang terpimpin. Gerakan terorganisir yang sistematis ini berpusat di Paris Prancis. Mereka mengatasnamakan suatu dari warga dunia tetapi sebenarnya hanya mewakili dari visi organisasinya. Organisasi yang tertutup ini memiliki berbagai cabang di penjuru dunia. Tujuannya bukanlah untuk memerdekakan Tibet sebagai bagian dari wilayah China, tetapi usaha untuk menjegal China sebagai naga yang baru akan bangun. Usaha-usaha ini dijalankan akibat ketakutan atas berkembangnya kembali semangat komunis.
Bagaimanapun kembali kepada semangat Olimpiade itu sendiri bahwa olimpiade bertujuan untuk menjembatani berbagai perbedaan. Baik itu ras, agama, isme, politik, warna kulit, suku atau apa saja yang membedakan manusia di bumi ini. Layakkah teror ini terus dilakukan?…

</a

