Indonesian Voices, Indonesia, Suara Rakyat Indonesia, Suara Masyarakat Indonesia, Openi Rakyat Indonesia, Rakyat Bersuara Rakyat Berpendapat Aspirasi Rakyat Aspirasi Masyarakat Masyarakat Indonesia Voice of Indonesian Bring of Voices Bring Voices of Indonesian Indonesian People Voices Indonesia Merdeka Indonesian Freedom Suara Umat Aspirasi Umat Indonesian Statement Sound of Indonesia Sekali Merdeka Tetap Merdeka


Yokosuka Akan Dijadikan Basis Senjata Nuklir Amerika Jika Perang Dengan China dan Korea Utara
Juli 20, 2008, 8:45 am
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:

 

Rencana Presiden Bush untuk menjadikan negaranya sebagai super power satu-satunya dalam senjata nuklir terus direalisasikan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menempatkan kapal-kapal induk bertenaga dan bersenjata nuklir pada berbagai lokasi strategis dunia agar kejadian seperti kekalahan di Perl Harbur ketika melawan Jepang tidak terulang lagi. Strategi dengan menyebarkan kekuatan senjata nuklir ini dilakukannya dalam program jangka panjang pertahanan Amerika semesta.

Saat ini kekuatan senjata nuklir dunia masih didominasi oleh negara coboy ini, walaupun jumlah rudal berkepala nuklir dirahasiakan tetapi dari jumlah instalasi energi bersenjata nuklir sudah dapat diduga bahwa jumlah reaktor nuklir yang dimiliki suatu negara bisa dijadikan sebagai acuan yang mewakili jumlah peluru kendali berkepala nuklir.

Seperti data yang bersumber dari Uranium Information Centre, Australia ini: Amerika Serikat jumlah reaktor 104 unit, Perancis jumlah reaktor 59 unit, Jepang jumlah reaktor 55, Rusia jumlah reaktor 31, Republik Korea jumlah reaktor 20, Uni Kerajaan (Inggris) jumlah reakktor 19, Canada jumlah reakktor 18, Jerman jumlah reaktor 17 unit, India jumlah reaktor 17 unit dan Ukraina. ( Sumber Data: Uranium Information Centre, Australia. Data: Oktober 2007)

Dari data tersebut terlihat hampir separuh dari jumlah reaktor nuklir seluruh dunia adalah milik Amerika Serikat, hal ini dapat katakan bahwa jumlah cadangan uranium yang sudah dilakukan pengayaan merupakan yang terbesar di dunia. Uranium yang sudah dilakukan proses pengayaan dapat dijadikan sebagai sumber energi atau senjata nuklir.

Ketakutan Amerika atas perkembangan China akhir-akhir ini banyak membuat resah para pejabat Gedung Putih dan Pantagon. Inilah yang menyebabkan rencana jangka panjang untuk menjadikan Jepang sebagai lokasi strategis untuk menghantam China dan Korea Utara dengan senjata nuklir jika ada kemungkinan ancaman yang akan diberikan oleh negara tersebut. Hal inilah yang menjadikan para aktifis anti perang dan penyelamat lingkungan menjadikan Yokosuka sebagai pusat gerakan menentang perang Rejim Bush.

Pada Sabtu 19 Juli 2008 yang lalu sebanyak 15.000 aktifis melakukan rapat besar di Kota Yokosuka untuk memprotes rencana penggelaran sebuah kapal induk AS bertenaga dan bersenjata nuklir USS George Washington.

Kapal induk ini akan berlabuh di pelabuhan Yokosuka untuk menggantikan kapal induk konvensional USS Kitty Hawk. Hal yang lebih menakutkan lagi bagi warga Yohosuka atas kedatangan kapal induk yang berbobot mati 102.000 ton itu adalah kejadian diatas kapal induk yang mengangkut bahan nuklir tersebut adalah kejadian kebakaran ketika sedang berlayar di Samudra Fasifik Amerika Selatan. Bagaimana jika kejadian seperti ini terulang lagi dipelabuhan Yokosuka?

Pemimpin Partai Demokrat Sosial Mizuho Fukushima dalam satu pidato pada unjukrasa itu mengatakan bahwa; “Satu kapal induk berbahan nuklir adalah lebih berbahaya ketimbang generasi kekuatan nuklir”. Dalam kaitannya dengan perang global AS yang selalu memaksa Jepang ikut, ia juga berkomentar, “Jepang , yang memiliki konstitusi damai, harus tidak terlibat dalam perang tak pantas AS.”

Dalam unjuk rasa, berbagai sepanduk anti perang digelar, dari yang mengecam serangan ke Libia, Afghanistan, Irak, Sudan. Sampai masa lalu AS yang menghancurkan Vietnam, dosa Amerika atas bom atom Hiroshima Nagasaki sampai pelecehan tentara marinir AS terhadap seorang anak gadis Jepang.

Para pemrotes juga mengeluarkan sebuah pernyataan menentang penggelaran kekuatan kapal induk itu bahwa tindakan tersebut menghambat pembangunan perdamaian di Asia timur laut dan akan menimbulkan gangguan besar pada penduduk daerah metropolitan Tokyo seandainya satu kecelakaan terjadi, seperti yang dikutip dari kantor berita Kyodo.



2008 IS YEAR OF HEROIS OF SITI FADILAH SUPARI
Juli 18, 2008, 4:19 am
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:

This year may we say as best movement of Siti Fadilah Supari to fight for people health in thirt nations.  For her struggle, An Indonesian Voices gift her a honer as Indonesian Hero and Year of Siti Fadilah Supari version of Indonesian Voices.

The Magazine of Economist London set Fadilah as The Changer Figure to begin the reform of World Health Organization and save the people in the world from bird flu fandemic.

The bird flu fandemic denger more and more wide disseminating in Indonesia and world, specialy in Indonesia, Thailand, China and more other country in Asia. The 22 of Country set and back up of Siti Fadilah Supari movement for get bird flu vaccin, their are Thailand, Vietnam, Malaysia, Saudi Arabia and etc to reform the mechanism of sending the virus sample to WHO Collaborating Center in Hongkong that bring from the bird flu fandemic country.

As We know sharing virus practice has been effective for more than 50 years, but actually, it is harmed poor country and the country where is virus come from. While vaccine manufacturer owned by progress country can take virus easily without permission from the owner and developed it become other diagnostic product and vaccine then sell it to poor country and develop it with high price.



Keseimbangan Poros Kekuaan Militer Dunia Berpengaruh Terhadap Sosial Ekonomi Negara Berkembang
Juni 11, 2008, 1:42 pm
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:

Keadidayaan militer Amerika mendorong negara tersebut untuk berperan dalam percaturan politik dunia secara agresif. Penguasaan sumber-sumber ekonomi strategis dilakukan atas nama memerangi terorisme. Tindakan opesif brutal di lakukan dengan menggorbankan jutaan rakyat tak berdosa. PBB yang seharusnya berperan sebagai penengah justru menjadi agen negara-negara maju untuk menekan negara berkembeng. Kesenjangan ekonomi dunia membutuhkan peran poros militer lain yang sama kuat dan memiliki pengaruh yang besar. Peran ini diharapkan muncul dari China dan Rusia, karena secara potensial kedua negara ini memiliki kekuatan militer yang kuat dan memiliki pengaruh yang kuat pada negara-negara komunis dan eks komunis.

Dalam beberapa tahun ini peran mereka dipentas dunia dilunturkan oleh move-move politik LSM agen-agen Amerika dan Barat untuk melemahkan pengaruh dan pentas politik mereka. Isu Tibet untuk China dan isu Kosovo untuk Rusia. Bagi Amerika melunturkan peran kedua negara tersebut merupakan taktik strategis untuk mengembalikan poros politik tetap berada di tangan Amerika. Hal ini diusahakan karena disadarinya populeritas Amerika di mata dunia mulai dipertanyakan berkaitan dengan isu invansi Amerika di Afghanistan dan Irak.

Polarisasi isu politik dunia dengan resesi ekonomi juga dilakukan oleh para pejabat Gedung Putih untuk menyembunyikan tanggungjawab mereka terhadap resesi dunia yang mulai terlihat. Harga minyak yang tinggi akibat berbagai kilang minyak di Timur Tengah yang tidak berproduksi menyebabkan harga minyak merokat dan sulit dikendalikan. Situasi politik di Irak memberi angin pesimis untuk mengoperasikan ladang-ladang minyak yang terbakar dan dirusak dengan sengaja akibat peperangan. Para analis dan politikus Amerika ‘mengabu-abukan’ hubungan kedua variabel ini.

Liga Arab yang berhasil mencetuskan suatu resolusi untuk memperkuat hubungan dengan China bukan tidak ada alasan. Mereka sadar ada kebutuhan penting Amerika untuk terus menggalang negara-negara monarki Timur Tengah untuk terus berada pada poros negara adidaya ini, tetapi bagi negara negara-negara Arab tidak ada keuntungan sedikitpun kecuali kekacauan politik yang semakin tidak stabil dan perseteruan Palestina Israel yang semakin sulit untuk dipecahkan. Ditambah lagi dengan prilaku Israel yang terus menyerang jalur Gaza.

Harus ada kesadaran dari negara-negara berkembang untuk mulai meseimbangkan pengaruh politik dengan memperkuat kerjasama ekonomi dan militer dengan China dan Rusia. Manfaat politik yang akan didapatkan tidak hanya untuk jangka panjang tetapi kebutuhan strategis untuk perbaikan ekonomi dan mengurangi kontrol Amerika dan negara barat lainnya terhadap negara-negara berkembang.



Langkah AS Dalam Liberalisasi Perdagangan Menyurut Setelah Produk China Membanjiri Seluruh Dunia
Juni 11, 2008, 1:23 pm
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:

Amerika Serikat (AS) yang dulu gagah secara ekonomi dengan memaksa dan menekan, bahkan dengan tindakan fisik. Menyerukan agar semua negara masuk dalam ekonomi pasar bebas, dengan membuka keran import atas segala produk dan jasa apapun.

Dengan organisasi dan lembaga yang dikendalikan negara-negara industri maju dan kuat lainnya, seperti IMF dan Bank Dunia. Sekarang ini disaat ekonominya mulai mengalami kemunduran dan daya beli masyarakat AS menurun, tindakan-tindakan proteksi sangat mewarnai kebijakan ekonomi AS.  ( Tulisan selanjutnya ). 

 



Pasukan Australia dan Inggris Ditarik dari Irak, Amerika Merasa Terkucil
Tanggal 1 Juni 2008 lalu 500 tentara diperintahkan PM Australia Kevin Rudd untuk ditarik dari Irak dari pangkalannya di Tallil, propinsi Nasiriyah, yang berada di tenggara Baghdad. Penarikan ini dilakukan secara bertahap. Tentara Australia di tempatkan di Nasiriyah untuk menjaga pangkalan minyak Irak.
Pada masa PM John Howard yang berasal dari partai konservatif ini, dan sangat dekat dengan Bush, ikut mendukung pasukan Amerika dalam menginvansi Irak tanpa melihat aspirasi dan opini masyarakat Australia pada umumnya, yang menyebabkan reaksi keras dari publik. Setelah Kevin Rudd berkuasa, yang berasal dari partai buruh arah kebijakan luar negeri Negeri Kangguru ini mulai berubah. Pada masa kampanye Rudd berjanji untuk menarik pasukan negaranya dari Irak.
Dalam keterangannya pressnya PM Kevin Rudd menyatakan alasan utama digelarnya perang Irak ternyata berdasarkan informasi palsu yang dibuat-buat, sebab informasi tentang adanya senjata pemusnah massal di Irak, sekedar berita bohong garapan Washington.
Pernyataan ini membuat gundah Gedung Putih. Melalui juru bicaranya, Dana Perino. Dalam keterangannya ia berdalih bahwa seluruh dunia sepakat Saddam merupakan orang yang berbahaya. Dia juga menyatakan bahwa dunia telah sepakat berdasarkan informasi yang didapat untuk menyetujui AS melancarkan perang, tetapi dia tidak menjelaskan dunia yang mana karena pada kenyataanya keinginan menyerang Irak adalah hanya keinginan Bush saja.
Rudd menegaskan lagi bahwa kebohongan alasan mantan PM John Howard tentang Perang Irak bakal terungkap jelas di hadapan rakyat Australia. Rudd juga menyatakan bahwa semoga rakyat Amerika mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut dan tak lagi mengulang kesalahan yang sama. Jelas sikap Australia ini sangat mengucilkan Amerika di mata dunia. Apalagi sebelumnya pasukan Inggris telah lebih dahulu ditarik


Organisasi Papua Merdeka Tidak Mendapat Dukungan Internasional
Juni 7, 2008, 12:19 am
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:
OPM yang bergerilya mencoba mencabut patok-patok integritas NKRI. Melalui berbagai LSM-nya baik yang aktif di dalam negeri maupun yang aktif diluar negeri melancarkan berbagai move-move untuk mencari perhatian dunia agar merestui kemerdekaan Papua.
 
Papua merdeka yang digerakkan oleh West Papua People’s Representative and OPM.Salah satu situs yang menampilkan visi misi OPM yaitu wpik.org (West Papua Information Kid) yang didanai oleh perusahaan, orang asing di Papua, atau donatur dari luar negeri. Usaha OPM berusaha membelokkan sejarah agar dunia dapat menerima kemerdekaan mereka… ( Selanjutnya =>>


Kesederhanaan Mahmud Ahmadinejad yang Membawa Iran Menuju Kesejahteraan Di Bawah Tekanan Blokade Ekonomi Amerika
Juni 6, 2008, 4:40 pm
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:

Bukannya sebuah hal yang mudah untuk mengurangi pengangguran, memberikan pendidikan gratis kepada generasi muda, menyediakan fasilitas gratis bagi pengobatan penduduk Iran, dan mempertahankan kondisi ekonomi Iran tetap stabil sehingga Iran tetap dapat survive bahkan ekonomi Iran tetap mengalami pertumbuhan, walaupun Iran berada di bawah tekanan Amerika dan sekutu-sekutu patuhnya. Bandingkan dengan Indonesia yang tidak melalui tekanan apa-apa tetap saja tersungkur. Itulah peran dari sentuhan lembut dan keras tangan Prof. Mahmud Ahmadinejad. Lembut kedalam dan keras keluar terhadap tekanan-tekanan dunia barat yang sangat tidak adil.

Kelahiran Putra Seorang Pandai Besi

Suatu hari di Teheran pada tahun 1956 lalu, lahir seorang bayi laki-laki di perkampungan Garmsar, tidak jauh dari kota Teheran. Tidak ada yang istimewa di bayi tersebut, yang diberi nama Mahmud Ahmadinejad. Dia juga bukan dilahirkan dari keturunan bangsawan ataupun ningkat, melainkan hanya seorang pandai besi. Lima puluh tahun kemudian bayi tersebut menjadi seorang presiden disebuah negara yang sejak dulu memang mewarisi keberanian dan keteguhan. ( Baca kisah selanjutnya )   



Pertumbuhan Raksasa China
Juni 6, 2008, 3:30 am
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:

Selama lebih dari dua ratus tahun, para analis barat optimis dengan prospek pertumbuhan China. Demikian juga dengan analis teknis maupun pengalaman sekarang menunjukkan bahwa laju pertumbuhan yang mengesankan saat ini mungkin terus bertahan. China di bawah kondisi politik yang beragam, mempunyai pertumbuhan ekonomi riil yang lebih dari 9 persen sejak memulai reformasi pada tahun 1978. Jika reformasi tambahan dalam hal fiskal, finansial dan regulasi dapat efektif terlaksana maka pertumbuhan sampai paska tahun 2000 akan terus dalam angka rata-rata 9 persen. Sebagaimana pertumbuhan rata-rata tahun 1979-1994. Konsistensi pertumbuhan ini menunjukkan suatu prospek masa depan China yang mulai bangun dari tidur panjang.

Tingkat tabungan dan investasi yang tinggi mendasari prospek jangka pendek dan menengah yang cerah bagi pertumbuhan perekonomian China. Misalnya total tabungan bank rumah tangganya mencapai 46 persen GNP pada tahun 1991. Kecendrungan demografi, termasuk menurunnya tingkat kelahiran secara umum sejak pertengahan tahun 1970-an, dapat membantu mempertahankan prestasi pertumbuhan ekonomi tersbut secara stabil.

Sumber tenaga kerja China yang murah dan pasar potensial yang sangat luas di China, merupakan daya tarik yang besar bagi investor. Total faktor produktivitas China telah meningkat secara substansial selama lima belas tahun yang lalu, terutama di pedesaan. Tingkat kemampuan membaca penduduk China sangatlah tinggi bagi sebuah negara berkembang yaitu sebesar 73 persen, bandingkan dengan 54 persen Iran dan 48 persen India.

Apakah China sekarang sedang mengejar untuk menjadi negara adidaya? Apakah China memiliki potensi untuk menjadi negara super power seperti Amerika?
Kajian ini tentu belum dapat menjawab sepenuhnya tetapi upaya-upaya Pemerintah China menunjukkan seperti itu. Olimpiade dunia di China sangat memperlihatkan hal tersebut. Upaya-upaya peningkatan anggaran militer untuk terus memperkuat juga dapat terlihat.



Menhan RI - China Memulai Kemitraan Strategis
Juni 3, 2008, 7:42 am
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag:

Pemerintah RI dan China sepakat untuk mulai mengintensifkan kerjasama kedua belah pihak. Sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut TNI-AL dan Angkatan Laut Cina sepakat untuk mengintensifkan kerjasama kedua pihak yang ditandatangai 25 April 2005.   ( Tulisan Selanjutnya … )



Kebangkitan Industri Militer Jepang, Paska Kekalahan Perang Dunia II
Juni 1, 2008, 12:53 pm
Diarsipkan di bawah: Internasional | Tag: ,

Paska perang dunia II yang menyakitkan bagi bangsa Jepang dengan kehancuran dua kota yang di bom atom oleh tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat. Kota Hirosima dan Nagasaki. Kerusakan fatal Infrastruktur, bencana kemanusiaan, ambruknya ekonomi, dan polusi kimia nuklir yang masih tersisa sampai generasi sekarang ini.

Upaya-upaya rahasia dilakukan selama lebih dari tiga dasa warsa paska kekalahan Jepang. Negeri matahari terbit tersebut telah menempa kekuatan industri militernya yang potensil jika memang negara itu memutuskan memasuki bidang tersebut…  ( more… )